Hama Tikus Mengganas di Pati Selatan, DPRD Desak Pemkab Segera Gelar Gerakan Pengendalian Serentak
PATI – Serangan hama tikus yang meluas di wilayah Pati Selatan selama musim kemarau memicu kekhawatiran serius di kalangan legislatif. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati meminta pemerintah daerah untuk tidak menyepelekan fenomena ini dan segera mengambil langkah cepat guna memutus siklus perkembangbiakan hama.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Pati dari Fraksi PKB, Hilal Muharrom, menegaskan bahwa penanganan yang lambat di masa kemarau ini berisiko menjadi “bom waktu” yang akan meledak dan memperparah kerugian petani pada musim tanam mendatang.
Butuh Gerakan Kolektif, Bukan Sporadis
Hilal menilai, selama ini pola pengendalian hama sering kali dilakukan secara terpisah oleh masing-masing kelompok tani tanpa koordinasi yang kuat. Ia mendorong Dinas Pertanian untuk memobilisasi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah desa dan seluruh lapisan petani.
“Persoalan ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Harus ada gerakan bersama, bukan hanya sporadis. Jika populasinya terus meningkat saat ini, dampaknya akan jauh lebih destruktif bagi petani di masa tanam berikutnya,” tegas Hilal, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, pendampingan teknis dan bantuan sarana pengendalian dari pemerintah sangat dibutuhkan agar petani tidak merasa berjuang sendirian di tengah ancaman gagal panen.
Dorong Penguatan “Rumah Burung Hantu”
Selain metode konvensional, Hilal secara khusus menyoroti pentingnya penguatan metode alami yang ramah lingkungan. Ia mendorong masifnya pemasangan Rubuha (Rumah Burung Hantu) di area-area persawahan rawan serangan sebagai strategi pengendalian jangka panjang yang berkelanjutan.
“Kita perlu memperkuat metode alami seperti pemasangan rumah burung hantu. Kombinasi antara gerakan gropyokan dan pemanfaatan predator alami akan jauh lebih efektif dalam menekan populasi hama tikus secara stabil,” tambahnya.
Menjaga Produktivitas Wilayah Selatan
Pati Selatan sebagai salah satu lumbung pangan daerah harus dipastikan keamanannya dari gangguan hama. DPRD berharap pemerintah daerah segera menyusun peta jalan penanganan yang konkret, mulai dari penyediaan bantuan racun tikus yang tepat sasaran hingga edukasi intensif kepada kelompok tani.
Langkah responsif ini diharapkan mampu menjaga semangat para petani dan memastikan produktivitas pertanian di Kabupaten Pati tetap terjaga meski dihadapkan pada tantangan iklim dan hama.
Poin Utama Desakan Komisi B DPRD Pati:
-
Aksi Cepat: Pengendalian dilakukan sekarang sebelum memasuki musim tanam baru.
-
Sinergi Instansi: Dinas Pertanian, Pemerintah Desa, dan Kelompok Tani harus bergerak serentak.
-
Strategi Alami: Masifkan pemasangan Rumah Burung Hantu (Rubuha) sebagai predator alami.
-
Pendampingan: Bantuan teknis dan alat/bahan pengendali hama harus segera disalurkan ke titik rawan.
