Gema Selawat Mengalun di MTs Salafiyah Kajen
MARGOYOSO, PATINEWS.COM
Sejak pagi hari (6/10) halaman Madrasah Tsanawiyah Salafiyah, Kajen, Pati, ramai sesak dengan kehadiran siswa-siswi yang tengah antusias. Mereka semua terlihat kompak dan serasi satu sama lain dengan setelan baju serba putih dan bawahan sarung. Disertai cuaca cerah yang tidak terlalu panas, membuat bulan Maulid seolah-olah ialah bulan mulia di mana hari-harinya dipenuhi dengan awan langit sebagai payung peneduh.
Semua berkumpul tanpa terkecuali. Meski ada beberapa siswa-siswi yang memang karena situasi dan kondisi membuat mereka harus mengamati acara dari ruang kelas. Tetap saja, semangat berselawat mereka tidak kalah dengan teman-teman yang berkumpul di halaman. Bahkan, terlihat beberapa siswa putra menyiapkan atribut khas ketika selawat bergema, seperti bendera-bendera, ikat kepala dengan tulisan dan gambar identik santri Nahdlatul Ulama.
Diawali dengan bacaan tilawah dari Ustaz Syakir Mubarok, rangkaian acara di pagi hari yang teduh dilanjutkan dengan pembacaan tahlil oleh Bapak Kiai M. Muhsin S. Pd. I. secara khidmat. Tidak tertinggal sambutan dan doa bersama dari Bapak Kepala Madrasah, Kiai Ahmad Ruman Masyfu’, S. H., M. Si. sebelum acara utama dimulai oleh Habib Ahmad Zainal Abidin Al Jufry dan Sayyid Syauqi bin Sodiq Bilfaqih diiringi Grup Rebana Zidni Ilma.
“Dengan adanya selawatan para siswa-siswi dapat lebih mengenal lagu-lagu terbaru selawat yang lebih baik daripada lagu-lagu aneh di luar sana,” ujar Rizqi Silha Amalia, salah seorang siswi di kelas VIII L mengungkapkan komentarnya mengenai pelaksanaan selawat.
Silha sangat setuju apabila acara selawat diadakan lagi pada tahun depan. Dia juga menyampaikan siapa pun habib yang tampil atau diundang di acara-acara selawat selanjutnya akan tetap mendapat tempat di hatinya.
“Kita mengikuti saja keputusan dari pihak madrasah,” ucap dia.
Sementara untuk persediaan konsumsi, Silha menilai distribusi dari panitia sudah sangat baik. Hanya saja sebagai peserta dia agak menyayangkan tentang ketersediaan tempat. Karena memang masih banyak siswa-siswi yang hanya bisa melihat dan mengikuti acara dari ruang kelas.
Berlangsung selama setengah hari, acara berakhir menjelang azan zuhur. Terhitung belasan lantunan lagu selawat bergema di seantero madrasah. Para siswi-siswi yang bergerak atraktif memeriahkan suasana. Ditambah pula hadiah-hadiah tak terduga dari Habaib dan para Bapak Kiai serta Guru yang menghampiri tempat duduk mereka dengan lemparan penuh berkah.
Bulan Maulid adalah bulan mulia yang sudah selayaknya kita penuhi dengan amal kebaikan sekaligus sarana mengumpulkan pahala. Kelahiran Kanjeng Nabi Muhammad S.A.W. pada 12 Rabiul-awal merupakan hari di mana umat Islam bersuka cita karena dunia tersinari oleh cahaya penuh kasih dan cinta. Pada bulan Maulid ini pula harlah Madrasah Salafiyah kita tercinta yang ke-86 sekaligus haul K.H. Siradj ke-96 tiba. Semoga apa saja yang kita niatkan dan lakukan pada bulan ini benar-benar barokah, amin ya robbal alamin.
(Red./MTs./SLF)






