Dalam berperilaku di zaman milenial seorang pelajar semakin kesulitan untuk membedakan dan mengenal apa itu etika atau berperilaku yang pantas. Menjadi seorang pelajar haruslah taat kepada guru saat dalam suatu lembaga dan begitu juga di luar lembaga. Banyak di zaman sekarang pelajar yang melawan guru bahkan adapula yang tak segan memukul guru.
Pada zaman dahulu, Nabi hanya menitip pesan kepada umat atau manusia sesudah wafat, bahwa generasi setelahnya yang perlu ditata adalah akhlak. Oleh karena itu, sudah seharusnya perlu adanya bimbingan etika. Etika sendiri sangat dibutuhkan tidak hanya di sekolah tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.
Etika seorang pelajar adalah harus mematuhi peraturan yang ada di sebuah lembaga pendidikan. Semakin berkurang bahkan hilangnya sebuah etika dalam generasi sekarang ini disebabkan karena kurangnya kasih sayang dan perhatian orang tua kepada anak, pergaulan yang bebas, ditambah lagi kurangnya pembelajaran tentang etika secara khusus.
Orang tua sangat berperan penting dalam memberikan contoh yang baik kepada anaknya. Pepatah jawa mengatakan “Buah jatuh tidak jauh dari tempatnya”. Dalam artian lain, sifat anak tidak jauh berbeda dengan orang tuanya. Lalu dimanakah peran seorang pendidik dan orang tua? Peran seorang pendidik dan orang tua harus diberikan sejak usia dini agar kedepan bangsa ini tidak ada lagi menjadi pelajar yang tidak mempunyai etika.
Etika seorang pelajar di bagi menjadi 3 bagian yaitu sebagai berikut :
-
Taat
Taat disini dapat diartikan bahwa menjadi seorang pelajar harus mematuhi peraturan dan tata tertib di sebuah lembaga pendidikan.
-
Patuh
Patuh disini diartikan bahwa menjadi seorang pelajar harus mengikuti perkataan pendidik dan tidak melawan selama bertujuan baik untuk sebuah perubahan.
-
Sopan
Sopan disini dapat diartikan bahwa seorang pelajar harus bisa memposisikan diri kepada lawan berbicara dan bagaimana ucapan yang harus dikeluarkan dan bahasa apa yang harus digunakan.
Seorang pelajar harus mengetahui tiga hal di atas agar kedepanya seorang pelajar lebih menghargai jasa seorang pendidik tidak hanya di dalam sebuah lembaga pendidikan saja, akan tetapi juga di luar sebuah lembaga pendidikan.
Dalam menjadi seorang pelajar harus mengetahui apa yang tidak harus dilakukan kepada pendidik. Menjadi seorang pelajar harus menghindari 3 hal yaitu sebagai berikut :
-
Membangkang
Membangkang disini diartikan setiap aturan yang ada di sebuah lembaga pendidikan selalu dilanggar atau sengaja dilakukan agar mendapat hukuman. Hal ini yang sering dilakukan seorang pelajar untuk pencarian jati diri. Tontonan yang tidak menjadi tuntunan seperti sinetron-sinetron yang tayang di televisi yang memerankan tokoh utama sebagai peran antagonis sering ditiru oleh pelajar untuk menarik perhatian ke orang lain, akan tetapi justru memberikan dampak negatif oleh seorang pelajar.
-
Melawan
Melawan disini diartikan bahwa seorang pelajar tidak lagi melakukan apa yang disuruh seorang pendidik akan tetapi justru melawan ketika diberikan teguran. Sehingga pelajar sulit untuk dikasih arahan. Inilah yang membuat etika seorang pelajar tidak ada lagi ada dalam hati juga pikiran.
-
Arogan
Arogan disini diartikan bahwa seorang pelajar berkata kasar kepada seorang pendidik di dalam lembaga pendidikan atau di luar lembaga pendidikan. semua itu terjadi akibat rasa ingin melawan yang ada dalam diri seorang pelajar akibat kurangnya perhatian dari orang tua.
Dari tulisan di atas dapat disimpulkan bahwa : Rusaknya sebuah moral dikarenakan pergaulan, rusaknya etika karena tontonan yang tidak berpendidikan.
Semoga kita semua dapat memberikan contoh-contoh yang baik kepada generasi selanjutnya karena merekalah aset-aset yang harus diberikan wawasan tentang etika agar kedepan bangsa ini beretika dalam suatu masa apapun.
(*)
