
Patinews.com – Gabus, Enam desa di Kecamatan Gabus, Pati ini tak lazim dalam menanam padi. Pasalnya enam desa, yakni Desa Karaban, Wuwur, Tanjang, Kosekan, Pantirejo, dan Banjarsari ini menanam padi justru di saat musim kemarau.
Tanam padi pada umumnya dilaksanakan dimusim hujan atau istilah bahasa jawanya musim rendeng, karena padi merupakan jenis tanaman yang memerlukan banyak air, tapi inilah suatu kenyataan diwilayah kabupaten Pati, pada saat beberapa daerah lain mulai kekeringan, namun di enam desa tersebut justru memasuki musim tanam, hal ini dikarenakan letaknya dikanan kiri sungai silugonggo, sehingga pada saat musim hujan beberapa desa tersebut diatas banyak digenagi air sehingga tidak dapat ditanami, tentunya dengan musim tanam yang tidak sama dengan wilayah lain tentunya banyak resiko yang dihadapi. Selasa(08/08/2017).
Sukaelan salah satu petani dari desa Kosekan Gabus yang saat ini ikut menanam padi, mengatakan, “kami tanam padi pada musim kemarau ini sebetulnya merasa terpaksa karena dalam tanam musim ini banyak hambatanya diantaranya banyaknya hama seperti hama tikus, wereng dan sundep sehingga perlu perawatan yang lebih keras, namun berkat adanya bapak TNI yang ikut dalam membantu para petani melalui pak babinsa kami sangat senang dan bangga karena dengan ikut sertanya pak babinsa langsung kesawah banyak memberi solusi yang sangat diperlukan. Awalnya saya agak ragu dengan pak babinsa yang tanpa ragu ikut menanam padi, tapi ternyata dalam menanam sudah menyerupai ibu – ibu yang tanam”.
Disela sela – sela tanam padi, Serda Hartoyo sambil bercanda dengan para petani juga menyampaikan beberapa hal, antara lain para petani kami pesan apabila dalam musim tanam ini ada kendala, “misalnya apabila memerlukan mesin pompa kami siap membantu untuk pinjam di Kodim, atau bila menghendaki tanam dengan transplanter kami juga siap membantu, demikian juga apabila suatu saat nanti hama tikus sudah mulai menyerang kami siap menggerakan rekan – rekan koramil untuk membantu gropyokan tikus”. (pdm)