DPRD Pati Desak Pemkab Bertindak, Kawanan Kera Liar Bikin Petani Terancam Gagal Panen
PATI – Serangan kawanan kera liar yang merusak tanaman pertanian di wilayah Pati Selatan mendapat sorotan serius dari DPRD Kabupaten Pati. Pemerintah daerah diminta segera mengambil langkah konkret agar kerugian petani tidak terus bertambah.
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Golkar, Nanda Yahya mengatakan keluhan dari petani terus bermunculan dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, tanaman jagung, ketela, hingga jambu milik warga dilaporkan rusak akibat diserbu gerombolan kera liar yang datang hampir setiap hari.
“Pemerintah daerah harus segera turun tangan karena keresahan petani semakin besar. Jangan sampai persoalan ini berlarut-larut,” ujarnya.
Nanda menjelaskan, serangan kera biasanya terjadi pada siang hari dengan pola datang secara bergerombol. Kondisi tersebut membuat petani kesulitan menjaga lahan pertanian mereka dari serangan satwa liar.
Akibatnya, banyak petani khawatir mengalami kerugian besar hingga ancaman gagal panen karena tanaman yang sudah dirawat rusak dalam waktu singkat.
Ia meminta dinas terkait segera melakukan peninjauan lapangan sekaligus menyusun langkah mitigasi yang tepat untuk mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar tersebut.
“Harus ada solusi nyata supaya petani merasa terlindungi dan tetap bisa bercocok tanam dengan aman,” katanya.
Selain itu, Nanda juga berharap pemerintah daerah dapat berkoordinasi dengan pihak kehutanan dan instansi terkait lainnya agar penanganan populasi kera di wilayah Pati Selatan dilakukan secara terpadu.
Menurutnya, penanganan harus tetap memperhatikan aturan perlindungan satwa liar namun di sisi lain juga tidak mengabaikan keselamatan dan keberlangsungan ekonomi masyarakat petani.
