
Ditangan Mahasiswa ini, Ampas Tahu di Desa Dadirejo Margorejo Bernilai Lebih Ekonomis
PatiNews.Com – Margorejo, Kabupaten Pati merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang mayoritas penduduknya bekerja di bidang pertanian, bahkan 70% Kabupaten Pati adalah sawah. Selain potensi pertanian, Pati juga memiliki potensi perikanan, peternakan, perkebunan, dan potensi industri manufaktur.
Mengacu pada Perda Kabupaten Pati Nomor 5 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah, pengembangan kawasan peruntukan industry di Kabupaten Pati dibagi menjadi 2, yaitu Pengembangan kawasan industry manufaktur besar dan menengah yang terdapat di beberapa wilayah Kabupaten Pati serta pengembangan industri kecil dari rumah tangga meliputi seluruh wilayah Kabupaten Pati.
Desa Dadirejo sebagai salah satu desa vokasi yang terletak di Kecamatan Margorejo banyak dijumpai industri skala rumah tangga salah satunya adalah industri pembuatan tahu. Industri pembuatan tahu berkembang pesat dengan hasil produksi yang besar untuk memenuhi permintaan pasar hingga keluar Desa Dadirejo.
Namun potensi desa sebagai sentra produksi tahu tersebut menyisakan dilema yakni adanya limbah produksi yang kurang dimanfaatkan secara optimal. Limbah ampas tahu misalnya, yang oleh sebagian masyarakat hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun sebagai tempe gembus.
Padahal, jika melihat kandungan gizi dan potensi limbah ampas tahu yang dihasilkan bisa dimanfaatkan menjadi banyak produk yang bernilai ekonomis.
Untuk itulah mahasiswa dari Universitas Negeri Semarang yang tergabung dalam Tim PKMM Pengabdian Masyarakat melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang mengangkat masalah bagaimana memanfaatkan limbah ampas tahu.
Program yang diketuai oleh Mike Meida Diningrum ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pembuatan produk dari Ampas Tahu yaitu Kreasi Dokar Patah ( donat, krupuk, dan Brownies dari ampas tahu ) sampai pada tahap penjualan dan pemasaran produk yang akan dilaksanakan selama tiga kali mentoring. Nama produk yang dihasilkan diantaranya Dokar Pasta ( Donat Karakter Ampas Tahu ), Kunyah Pasta ( Krupuk Renyah Ampas Tahu ), dan Brogit Pasta ( Brownies Legit Ampas Tahu ).
Program ini kedua kalinya dilaksanakan Sabtu, 25 Mei 2019 bertempat di rumah Ibu Tun salah satu warga Desa Dadirejo yang menjadi mitra program pengabdian.
Pelatihan dan pembuatan produk tersebut melibatkan masyarakat khususnya ibu rumah tangga. Luaran yang diharapkan dari program ini ialah masyarakat dapat kreatif mengolah limbah ampas tahu menjadi produk bernilai jual dan menjadikan Desa Dadirejo sebagai desa yang mandiri secara ekonomi.
Menurut Ibu Inggi “ Program ini sangat menarik dan sesuatu yang baru karena ampas tahu bagi masyarakat sebagai suatu limbah yang hanya dimanfaatkan itu-itu saja. Namun ternyata jika kreatif bisa diolah menjadi produk yang bergizi dan layak untuk dijual “ jelasnya.
Melalui program ini, nantinya masyarakat akan difasilitasi untuk mengikuti penyuluhan keamanan pangan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pati sebagai prasyarat pengajuan P-IRT sehingga masyarakat memiliki legalitas produk untuk dapat dipasarkan. (pn/ dr).






