Dialog Publik, Lestarikan Budaya Toleransi Jaga Bumi Mina Tani

Dialog Publik, Lestarikan Budaya Toleransi Jaga Bumi Mina Tani
Dialog Publik, Lestarikan Budaya Toleransi Jaga Bumi Mina Tani

Patinews.com – Kota, Bertempat di aula suluh bhakti Makodim 0718 Pati telah dilaksanakan kegiatan Dialog publik dengan tema Melestarikan Budaya Toleransi menjaga Bumi mina tani dalam rangka harlah PMII yang ke 57. (22/4).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh, Dandim 0718 Pati diwakili Kapten Inf Mujima, KH Heppy irianto s, Koordinator Gusdurian kabupaten Pati, Ali mahmudi dari kerukunan umat beragama kabupaten pati, Mabincab PMII kabupaten Pati, Mabinkab sekertariat joyo kesumo, Mabikab sekertariat syekh Mutammakin, dan ormas lainnya.

Ketua panitia dialog publik, muhammad arif dalam sambutannya mengatakan, “Sesuai ajaran Islam yang di bawa oleh rasulullah nabi Muhammad Saw Islam mengajarkan harmonisasi kerukunan dan toleransi. Keberagaman dan kemajemukan di Indonesia ini merupakan karunia Allah SWT sehingga kita semua ini mempunyai kewajiban untuk menjaga demi tegaknya NKRI. Tanamlah kebaikan akan berbuah kebaikan namun bila kita tanam keburukan ajaan berbuah kehancuran. Sebagai muslim marilah kita pedomani Al quran dan hadist”.

Ketua PMII Kab Pati, Abdul kohar menambahkan, “Negara Indonesia adalah negara pluralisme bukan sekuler dengan keberagaman suku ras dan agama dan merupakan contoh toleransi beragama bagi negara lain. Toleransi merupakan hal yang penting dalam kehidupan berbangsa dan beragama. Kita sebagai PMII harus memberi contoh dan membentengi bangsa indonesia ini dr pengaruh aliran yang sesat yang tidak toleran dan anarkis. Sekarang ini orang terlalu mudah marah mudah menyalahkan atau sumbu pendek ini salah itu salah dia kafir dan lain sebagainya sehingga akan bisa merusak suasana yang kondusif. Dialog ini sangat baik untuk mendapatkan solusi yang tepat dari segala permasalahan toleransi dan intoleransi khususnya di wilayah pati”.

Sedangkan Majelis Pembinan cabang PMII Kab pati, Yusuf Hasyim S.Ag, memaparkan, “PMII adalah garda terdepan membantu yang lemah dalam bidang sosial dan permasalahan sosial ( Agen sociality ). PMII bagian dari kader pemimpin bangsa harus intelektual dan aktif dalam pengkajian mempunyai faham yang dinamis optimis toleransi serta tidak anarkistis. Merubah faham islam yang kolot menjadi islam yang rahmatan lil allamin yang universal dan tolerantif. PMII sudah 57 tahun menjadi bagian bangsa Indonesia sehingga sudah cukup dewasa dengan berpedoman dengan 4 pilar kebangsaan menjaga tegaknya NKRI. PMII juga melandasi diri dengan dzikir ( membela kebenaran yang hakiki) fikir ( akal sehat dan tidak anarkis) amal soleh (niat ibadah tanpa pamrih)”.

Kapten Inf Mujima, mengucapkan selamat datang kepada hadirin tamu undangan dan permohonan maaf dari Dandim 0718 Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusumah S Sos yang tidak bisa hadir karena ada tugas di semarang pemberangkatan satgas yonif 410 Alugoro.

“Tema dialog publik ini sangat erat dengan tugas kodim 0718 Pati karena toleransi berkaitan dengan kondusifitas dan keamanan yang bermuara pada pertahanan negara. Sishankamrata dengan luas wilayah Indonesia yang sangat luas mengharuskan kepedulian dan peran serta seluruh komponen bangsa untuk menjaga keutuhan NKRI”, papar Kapten Mujima.

“Empat konsensus bangsa harus kita tegakan, tetap menjaga kebhinekaan pluralisme karena bangsa indonesia adalah terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama. Berpedoman pada UUD1945 dengan tidak mengubah aturan yang sudah digariskan seperti calon pemimpin negara adalah warga negara indonesia asli bukan keturunan ini demi menjaga bangsa ini dari pengusaan asing. Tetap memelihara nilai luhur bangsa yang diwariskan oleh para leluhur. melaksanakan secara rutin kegiatan yang memupuk nasionalisme contoh upacara dan pengibaran bendera yang akan menyatukan berbagai perbedaan bangsa”, pungkasnya.

KH. Heppy Irianto dalam tausyiahnya menghimbau, “Toleransi adalah sebuah jalan tengah demi kebaikan bersama bukan egoisme menang sendiri terhadap paham dan keyakinan yang lain. Toleransi dapat terwujud apabila terjalin komunikasi yang baik antar elemen dan kebhinekaan warga bangsa. Unsurnya meliputi tata aturan atau hukum dasar hidup berbangsa dengan aturan dan norma serta hukum yang berlaku, kesesuaian tempatnya serta waktunya sehingga tidak terjadi kesalahpahaman sebagai bibit perbedaan yang bisa berkembang menjadi konflik baik vertikal maupun horizontal”.

Ali mahmudi selaku perwakilan dari FKUB Pati menambahkan, “Toleransi timbul karena adanya sebuah perbedaan. Bangsa ini dengan sejarahnya sudah diawali dengan perbedaan adanya peristiwa di masalalu merupakan terciptanya bangsa indonesia yang lahir dari perjuangan seluruh komponen anak bangsa yang berbeda beda baik dari ulama Islam umat Hindu, Budha dan Kristen diberbagai penjuru wilayah Indonesia. Intoleransi mulai terjadi karena adanya aliran dan faham yang menyimpang dan radikal yang apa bila dibiarkan akan merusak keutuhan bangsa yang sudah baik aman damai dalam perbedaan. PMII adalah organisasi yang sangat baik dengan tujuan dan nilai nilai perjuangannya yang menjaga keutuhan NKRI menjadi motor dalam pemikiran yang tolerantif , dzikir doa dan usaha yang nyata tanpa pamrih membangun bangsa dalam keberagaman dan kebhinekaan”. (patinews/ hd)

Exit mobile version