Demi Ketenangan Beribadah,
Masjid Jami’ Al Ilham Bakalan Dukuhseti Bentuk Satgas Covid-19
PatiNews.Com – Dukuhseti,
Di tengah merebaknya penularan virus corona atau covid-19, termasuk di kabupaten Pati, berbagai kalangan melakukan langkah-langkah pencegahan.
Terutama pihak-pihak yang menjadi penanggung jawab penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan banyak orang, bahkan menimbulkan kerumunan.
Di antara pihak-pihak itu adalah para pengurus takmir masjid di semua tipe dan jenis masjid. Masjid jami’ al ilham yang terletak di desa Bakalan Dukuhseti salah satunya.
Masjid dengan predikat terbaik dalam lomba manajemen masjid tingkat kabupaten Pati ini secara lebih dini melakukan langkah-langkah pencegahan.
Berangkat dari prinsip “mencegah lebih baik daripada mengobati”, maka takmir tidak melakukan langkah-langkah dengan cara menunggu ditemukannya kasus covid-19 di wilayah bersangkutan baru.
Oleh karena itu, sejak diumumkannya kasus pertama di Indonesia pada tanggal 3 maret 2020, seminggu kemudian segera takmir melakukan upaya migitasi, antara lain dengan melipat seluruh karpet, merekayasa shaf salat lebih renggang, menyemprotkan disinfektan¸ membagikan masker gratis, menyediakan cuci tangan dengan sabun di air mengalir, dan menggalakkan pola hidup sehat dan lebh religius.
Bahkan selanjutnya Takmir membentuk satuan gugus tugas (satgas) peduli covid-19 secara resmi (23/4).
Satgas yang berlatar belakang para pemuda aktifis masjid ini bertugas melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin, mensuplai cairan hand sanitizer, melakukan sosisalisasi protokol-protokol kesehatan, dan membagikan masker gratis di seluruh masjid, mushalla, dan pesantren se-Bakalan selama masa pandemi berlangsung.
Pembina Satgas, Nur Salim menjelaskan, “Jenis dan sasaran kegiatan yang diprogramkan seperti itu mengingat bahwa tempat-tempat tersebut adalah tempat berkumpulnya banyak orang, terutama saat melakukan ibadah di bulan ramadan. Dan Takmir melakukan itu sesuai dengan fungsi sosial sebagai masjid jami’ tingkat desa, yaitu mengkordinir dan melakukan pembinaan terhadap masjid, mushalla dan pesantren di lingkungannya,”.
“Dengan langkah-langkah tersebut diharapkan peribadatan yang dilakukan secara berjamaah bisa lebih tenang, khususnya bagi yang masih memilih melakukannya ditempat-tempat tersebut,” tambahnya.
Penulis : M. Mahbub Fuadi
