Perkembangan teknologi membuat cara UMKM menjangkau pelanggan ikut berubah. Jika sebelumnya penjualan banyak mengandalkan toko fisik atau rekomendasi dari pelanggan, kini pelaku usaha bisa menawarkan produknya melalui marketplace, media sosial, hingga website sendiri.
Marketplace menjadi salah satu pilihan yang paling mudah bagi bisnis yang baru mulai berjualan online. Pelaku UMKM tidak perlu membangun sistem toko dari awal. Cukup membuat akun, mengunggah produk, menentukan harga, lalu menunggu calon pembeli datang.
Namun, ketika bisnis semakin berkembang, kebutuhan digitalnya biasanya ikut berubah. Produk semakin banyak, pelanggan semakin beragam, dan persaingan semakin ketat. Pada tahap ini, memiliki website toko online sendiri mulai menjadi pertimbangan yang menarik.
Lantas, apakah UMKM harus meninggalkan marketplace ketika sudah memiliki website? Tidak juga. Keduanya justru dapat saling melengkapi.
Marketplace Memudahkan UMKM Memulai Jualan Online
Bagi pelaku UMKM yang baru masuk ke dunia digital, marketplace menawarkan banyak kemudahan. Platform tersebut sudah menyediakan berbagai fitur yang dibutuhkan untuk berjualan, mulai dari katalog produk, keranjang belanja, pembayaran, hingga pilihan pengiriman.
Marketplace juga memiliki basis pengguna yang besar. Artinya, pemilik usaha tidak selalu harus membangun trafik dari nol untuk mendapatkan calon pelanggan.
Hal ini membuat marketplace cocok digunakan sebagai salah satu kanal penjualan, terutama pada tahap awal bisnis.
Meski begitu, ada satu hal yang perlu diperhatikan: bisnis sebenarnya sedang membangun aktivitas penjualan di dalam sebuah platform milik pihak lain.
Aturan, algoritma, biaya layanan, tampilan toko, hingga mekanisme promosi dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, semakin besar bisnis, semakin penting pula memiliki kanal digital yang bisa dikendalikan sendiri.
Di sinilah website toko online mulai memiliki peran.
Website Bisa Menjadi Aset Digital Milik Bisnis
Website bukan hanya tempat untuk menampilkan alamat dan nomor kontak perusahaan. Untuk UMKM, website dapat dikembangkan menjadi pusat informasi sekaligus kanal penjualan.
Melalui website sendiri, pemilik bisnis memiliki ruang yang lebih luas untuk membangun identitas merek. Logo, warna, katalog, halaman produk, artikel, hingga informasi mengenai bisnis dapat disusun sesuai karakter brand.
Pengunjung pun dapat mengenal bisnis secara lebih menyeluruh tanpa harus berpindah-pindah platform.
Misalnya, sebuah usaha fashion lokal dapat menggunakan website untuk menampilkan katalog pakaian, cerita di balik brand, panduan ukuran, informasi bahan, artikel tips fashion, hingga halaman kontak.
Dengan begitu, website tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi branding.
Dalam jangka panjang, keberadaan website juga dapat membantu bisnis membangun kredibilitas. Ketika calon pelanggan mencari nama sebuah brand di mesin pencari dan menemukan website resmi dengan informasi yang lengkap, mereka memiliki sumber informasi yang lebih jelas mengenai bisnis tersebut.
Kapan UMKM Perlu Mulai Membuat Website Toko Online?
Tidak ada aturan bahwa setiap UMKM harus langsung memiliki website sejak hari pertama berjualan. Namun, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa bisnis sudah mulai membutuhkan website sendiri.
1. Produk Semakin Banyak
Semakin banyak produk yang dijual, semakin penting memiliki katalog yang mudah dinavigasi.
Website dapat membantu pemilik bisnis mengelompokkan produk berdasarkan kategori, merek, ukuran, warna, atau kebutuhan pelanggan. Struktur seperti ini membuat pengunjung lebih mudah menemukan produk yang dicari.
2. Pelanggan Mulai Bertambah
Ketika jumlah pelanggan meningkat, bisnis biasanya mulai membutuhkan sistem yang lebih terorganisir.
Website toko online dapat menjadi salah satu pusat informasi yang membantu pelanggan mendapatkan detail produk, harga, metode pembayaran, hingga informasi pengiriman.
3. Ingin Membangun Brand Jangka Panjang
Marketplace sangat membantu dalam mendapatkan transaksi. Namun, membangun brand membutuhkan lebih dari sekadar penjualan.
Website memberikan ruang bagi bisnis untuk menceritakan siapa mereka, apa yang membedakan produknya, dan mengapa pelanggan perlu memilihnya.
4. Ingin Mengurangi Ketergantungan pada Satu Platform
Mengandalkan satu kanal penjualan memiliki risiko tersendiri. Jika terjadi perubahan algoritma, kebijakan, atau biaya layanan, bisnis dapat ikut terdampak.
Karena itu, diversifikasi kanal digital menjadi langkah yang masuk akal.
Marketplace tetap digunakan untuk menjangkau konsumen, sementara website menjadi aset digital yang dapat dikembangkan dalam jangka panjang.
5. Mulai Memanfaatkan SEO
Website juga membuka peluang bagi bisnis untuk mendapatkan pengunjung dari mesin pencari.
Misalnya, sebuah toko yang menjual perlengkapan olahraga dapat membuat artikel tentang tips memilih sepatu lari. Ketika artikel tersebut ditemukan pengguna melalui Google, pengunjung dapat diarahkan untuk mengenal produk yang ditawarkan.
Dengan strategi seperti ini, website tidak hanya menunggu pelanggan datang, tetapi juga dapat mendatangkan calon pelanggan melalui pencarian organik.
Apa Saja yang Perlu Disiapkan untuk Membangun Toko Online?
Membangun website toko online sebenarnya tidak harus serumit yang dibayangkan. Namun, ada beberapa komponen penting yang perlu dipersiapkan sejak awal.
Domain
Domain merupakan alamat yang digunakan pelanggan untuk mengakses website. Sebaiknya pilih nama domain yang mudah diingat, relevan dengan brand, dan tidak terlalu sulit diketik.
Nama domain juga idealnya konsisten dengan identitas bisnis agar lebih mudah dikenali.
Hosting
Jika domain adalah alamat toko, hosting dapat dianalogikan sebagai tempat website tersebut berada. Hosting menyimpan berbagai file yang diperlukan agar website dapat diakses melalui internet.
Untuk toko online, pemilihan hosting tidak sebaiknya hanya berdasarkan harga. Performa, kapasitas, keamanan, dukungan teknis, dan kemampuan menangani kebutuhan website juga perlu dipertimbangkan.
Hal ini penting karena toko online memiliki kebutuhan yang berbeda dibandingkan website sederhana. Selain halaman informasi, terdapat katalog produk, gambar, keranjang belanja, proses checkout, dan berbagai fitur lain yang dapat memengaruhi performa.
WordPress dan WooCommerce
Salah satu cara yang banyak digunakan untuk membangun toko online adalah WordPress yang dipadukan dengan WooCommerce.
WooCommerce memungkinkan website WordPress dikembangkan menjadi toko online dengan fitur seperti katalog produk, keranjang belanja, checkout, pengelolaan pesanan, dan berbagai kebutuhan e-commerce lainnya.
Karena itu, pemilik bisnis juga perlu memastikan server yang digunakan mampu mendukung kebutuhan WordPress dan WooCommerce.
Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah menggunakan layanan Hosting WooCommerce dari IDwebhost yang memang ditujukan untuk kebutuhan website toko online berbasis WooCommerce.
SSL dan Keamanan
Keamanan juga tidak boleh menjadi urusan belakangan.
Website toko online menangani berbagai aktivitas penting, terutama ketika pelanggan melakukan login, mengisi data, atau menyelesaikan transaksi. Penggunaan SSL menjadi salah satu elemen penting untuk membantu menjaga keamanan komunikasi antara browser dan website.
Selain SSL, pemilik toko juga perlu memperhatikan pembaruan WordPress, tema, plugin, serta melakukan backup secara berkala.
Desain yang Mudah Digunakan
Toko online yang bagus bukan hanya terlihat menarik. Pengunjung juga harus bisa menemukan produk dan menyelesaikan pembelian dengan mudah.
Pastikan navigasi sederhana, informasi produk jelas, gambar memiliki kualitas yang baik, tombol pembelian mudah ditemukan, dan proses checkout tidak dibuat terlalu panjang.
Jangan lupa memastikan website nyaman digunakan melalui smartphone karena banyak calon pelanggan mengakses internet menggunakan perangkat mobile.
Jangan Abaikan Performa Website Toko Online
Ketika mulai mendapatkan lebih banyak pengunjung, performa website menjadi semakin penting.
Bayangkan calon pelanggan sudah menemukan produk yang mereka cari melalui Google. Mereka kemudian membuka halaman produk, tetapi halaman tersebut membutuhkan waktu lama untuk dimuat. Tidak menutup kemungkinan calon pelanggan memilih kembali ke halaman sebelumnya dan mencari toko lain.
Karena itu, kecepatan dan stabilitas website sebaiknya dipikirkan sejak awal.
Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain ukuran gambar, jumlah plugin, kualitas tema, konfigurasi website, serta kapasitas hosting.
Pemilik toko juga perlu mempertimbangkan kemungkinan peningkatan trafik pada periode tertentu. Misalnya ketika bisnis mengadakan promo, meluncurkan produk baru, atau mendapatkan perhatian dari konten media sosial.
Website yang dipersiapkan dengan baik akan memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi pengunjung.
Website dan Marketplace Bisa Berjalan Bersamaan
Memiliki website sendiri bukan berarti UMKM harus berhenti menggunakan marketplace.
Justru, kombinasi keduanya dapat menjadi strategi yang lebih fleksibel.
Marketplace dapat digunakan untuk menjangkau konsumen yang sudah terbiasa berbelanja di sana. Sementara itu, website dapat digunakan sebagai pusat informasi brand, katalog lengkap, media edukasi pelanggan, sekaligus kanal penjualan yang dikembangkan sesuai kebutuhan bisnis.
Media sosial juga dapat menjadi penghubung di antara keduanya.
Sebagai contoh, konten Instagram atau TikTok dapat menarik perhatian calon pelanggan. Mereka kemudian diarahkan ke website untuk melihat katalog yang lebih lengkap. Pada saat yang sama, produk juga tetap tersedia di marketplace untuk pelanggan yang lebih nyaman bertransaksi melalui platform tersebut.
Dengan strategi multikanal seperti ini, bisnis tidak harus bergantung pada satu sumber trafik.
Saatnya Menganggap Website sebagai Investasi Bisnis
Membangun toko online memang membutuhkan persiapan. Ada biaya domain, hosting, desain, pengembangan, pengelolaan konten, hingga pemeliharaan.
Namun, website sebaiknya tidak hanya dilihat sebagai pengeluaran tambahan.
Jika dikelola dengan baik, website dapat menjadi aset digital yang terus dikembangkan seiring pertumbuhan bisnis. Konten dapat bertambah, katalog dapat diperluas, trafik organik dapat dibangun, dan identitas brand dapat semakin kuat.
Yang paling penting, pemilik bisnis memiliki ruang yang lebih besar untuk menentukan bagaimana brand mereka ditampilkan kepada pelanggan.
Marketplace tetap memiliki tempat penting dalam ekosistem bisnis digital. Akan tetapi, ketika UMKM mulai berkembang, memiliki website sendiri dapat menjadi langkah strategis untuk membangun fondasi digital yang lebih kuat.
Jadi, pertanyaannya bukan lagi apakah marketplace atau website yang lebih baik. Keduanya memiliki fungsi berbeda.
Marketplace membantu bisnis menjangkau pasar, sedangkan website membantu bisnis membangun aset digitalnya sendiri.
Bagi UMKM yang ingin berkembang lebih jauh, kombinasi keduanya bisa menjadi strategi yang lebih berkelanjutan. Mulai dari domain yang tepat, platform toko online, hosting yang sesuai, hingga strategi SEO dan konten, setiap bagian dapat dipersiapkan secara bertahap sesuai kebutuhan bisnis.
