Dampak Corona, Pesantren Perbolehkan HP Untuk Belajar Via Online

 

Penulis: Umi Masruroh

KUDUS-(01/05),

Sebagian universitas dan sekolah meliburkan kegiatannya, untuk menghindari wabah corona yang merajalela. Seperti yang terjadi di IAIN KUDUS, dimana mulai pada tanggal 15 maret sampai 1 april untuk sementara waktu, aktivitas belajar menggunakan via online. Padahal sebelumnya, sudah dijadwalkan untuk melaksanakan UTS, dan tetap berjalan melalui online.

Tentunya ini menjadi ringan bagi mahasiswa yang rumahnya jauh, namun juga ada yang merasa kesulitan. Seperti yang dirasakan oleh Siti Aminah salah satu mahasiswi yang juga aktif menjadi santriwati di Kudus. Dikarenakan peraturan yang ketat dari pondok, membuatnya kesusahan untuk menerima dan mengerjakan tugas secara dadakan dirubah.

“Saya itu kesulitan mbak, tapi Alhamdulillah pondok saya mengerti keadaan, sehingga saya bisa belajar dengan menggunakan hp secara online dalam pondok, padahal awalnya hp bagi pondok saya menjadi benda yang terlarang . Ya, semoga saja, keadaan di Indonesia semakin membaik dan tidak memburuk,” tegas dia.

Kuliah Online yang awalnya ditetapkan hanya dua minggu, berubah sampai hari raya, membuat banyak mahasiswa pulang kembali ke rumahnya. Namun tidak untuk mahasiswa yang juga menjadi santri di pondok. Bebrapa pondok di Kudus, ada yang memulangkan santrinya, ada juga yang masih menetapkan santrinya di pondok. Seperti PONPES Al-Ghuroba’ Kudus, meskipun Indonesia sedang dilanda wabah virus Covid-19, tak membuat santri yang berada di pondok ini gentar dan takut. Mereka tetap memperjuangkan ilmunya meskipun tak pulang rumah seperti lainnya. Maka demi memudahkan akses belajar, Ponpes yang tidak memulangkan santrinya ini memperbolehkan membuka HP untuk belajar online di dalam pondok sampai batas waktu tertentu.

(*)

Exit mobile version