Cooking Class Sarana Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Siswa MTsN 1 Pati

Cooking Class Sarana Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Siswa MTsN 1 Pati

Oleh Ali Musyafak

Kepala MTsN 1 Pati

Keterampilan motorik halus merupakan suatu kemampuan individu yang beraktivitas dengan menggunakan otot-otot halus. Motorik halus merupakan salah satu aspek perkembangan anak yang wajib dikembangkan. Motorik halus anak dapat dikembangkan melalui kegiatan kelas memasak (cooking class), melalui penelitian kajian pustaka yang dilakukan.

Cooking class merupakan suatu aktivitas yang menyenangkan bagi anak serta dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Kegiatan cooking class selain dapat meningkatkan pengalaman belajar anak secara langsung, melalui kegiatan ini dapat mengenalkan bahan makanan, cara mengolah makanan, perpaduan warna, juga dapat melatih keterampilan motorik halus anak, melalui gerakan memotong, meremas, membentuk dan mencetak.

Cooking class adalah suatu kegiatan memasak yang dilakukan secara berkelompok dalam sebuah tempat untuk mengolah dan memasak dengan cara lebih terkonsep dengan benar (Sujiono, 2009 :63).

Menurut Sukerti (2008: 63) tujuan dari cooking class adalah belajar membuat makanan itu lebih mudah dicerna dalam perut, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang seni memasak, melatih mengolah makanan dengan berbagai teknik, dan mengetahui cara membuat makanan itu aman untuk dikonsumsi.

Memasak memiliki cara dan tersendiri dan telah digunakan sebagai teknik-teknik utama dalam memasak. Teknik memasak dibagi menjadi tiga yaitu memasak dengan konveksi air, memasak dengan konduksi dan konveksi minyak, dan memasak dengan panas kering (dry heat).

Dengan memasak bersama (cooking class) anak akan belajar banyak hal dan tentunya akan memperoleh banyak manfaat. Beberapa manfaat dari cooking class adalah:

Memasak merupakan cara sederhana dan menyenangkan bagi anak untuk belajar membaca, berhitung, maupun sains. Di sini, anak akan belajar membaca resep, menghitung takaran, dan bahan-bahan makanan yang akan diolah. Selain itu, anak akan belajar tentang nutrisi dan makanan yang sehat.

Cooking class dapat mempererat bonding (kelekatan) dan mendorong terjadinya komunikasi intens selama memasak bersama.

Anak jadi bersemangat makan karena ia ikut menyiapkan, dan keluarga  atau teman yang lain juga ikut menikmati makanan sehat yang dimasak dengan gembira.

Dapat membangun rasa percaya diri. Ketika semua orang makan dengan lahap dan teman-temannya memuji kelezatan masakan yang terhidang, anak pun akan ikut bangga. Guru bisa memberi semangat dengan melontarkan pujian, “Ayam lada hitam ini enak, ya, mas” Bisa jadi, anak-anak yang memasak akan berkata dengan penuh semangat, “Iya, dong, Miss… Kan, aku yang masak!”

Mendorong kemampuan bekerja sama dalam tim. Saat memasak, lakukan pembagian tugas dan berikan tanggung jawab padanya untuk melakukan tugas tertentu. Misalnya, anak mengoles saus tomat pada adonan pizza. Setelah itu, ia yang menghias pizza dengan tomat, sosis, keju, dll. Ini akan membuatnya merasa sangat penting. Sesudah semuanya selesai, ia belajar bahwa pekerjaan akan lebih cepat selesai dan hasilnya pun akan jauh memuaskan bila dikerjakan bersama-sama.

Mengembangkan kemampuan motorik dan mengasah kepekaan indra, yakni penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan perasa. Semuanya bekerja sama untuk menghasilkan cita rasa makanan yang lezat dan menarik, sehingga mampu menggugah selera seluruh anggota keluarga.

MTsN 1 Pati melalui program International Digital Class (IDC) nya mencoba menyelenggarakan kegiatan cooking class bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa, Universitas Nahdlotul Ulama’ (UNISNU), Jepara.

Sabtu (30/9) lalu, menyelenggarakan kegiatan cooking class untuk yang pertama kalinya. Luar biasa, antusias anak IDC mengikuti kegiatan tersebut, dari proses awal saat menerima penjelasan, proses praktik memasak, hingga proses menikmati hasil masakannya. Di bawah bimbingan guru masak atau chef Siti Maisarotun Nurroniyya dari tim Unisnu, para siswa tak melewatkan satu kesempatan pun.

“Ini momen langka, maka harus saya ikuti dengan sungguh-sungguh,” ucap Aqila.

Step by step dari awal hingga akhir selalu diikuti dengan cermat, bahkan di saat mereka harus praktik mencoba memasakpun mereka ikuti dengan riang gembira, penuh gairah, dan penuh keakraban serta kerja sama, sampai akhirnya mereka menikmati hasil karya bersama pula.

Sungguh indah, nikmat, dan tidak salah kalau kegiatan cooking class yang diselenggarakan IDC MTsN 1 Pati benar-benar bisa meningkatkan keterampilan motorik halus siswa. Melalui kegiatan cooking class siswa tanpa disadari telah melakukan proses belajar yang luar biasa, baik belajar literasi, numerasi, terlebih karakter. Mereka tanpa sadar telah melakukan gotong royong, koordinasi, kolaborasi, dan yang paling penting juga mereka telah melakukan inovasi-inovasi dalam sebuah project.

Yang lebih menarik didalam cooking class kali ini, mereka bisa sambil belajar bahasa, yaitu bahasa Inggris. Guru pembimbing masaknya, chef Nia, lebih menekankan pada proses bahasanya dalam praktik memasaknya, sehingga mereka akan mendapatkan ilmu dan manfaat ganda.

Menurut Chef Nia, siswa IDC MTsN 1 Pati sungguh luar biasa.

“Mereka dengan cepat bisa menyesuaikan diri, walaupun saya membawakan program ini dengan bahasa Inggris, mereka tidak merasa kesulitan, mereka bisa mengikuti, bahkan mereka lebih tertantang,” katanya.

“Semoga kegiatan sederhana ini dapat bermanfaat besar bagi anak-anak dan ending nya bermanfaat pula bagi perkembangan MTsN 1 Pati,” tutup Chef Nia.

(*)

 

Exit mobile version