Budidaya Tanam Padi Sehat Organik Ramah Lingkungan Berkelanjutan

Budidaya Tanam Padi Sehat Organik Ramah Lingkungan Berkelanjutan
Budidaya Tanam Padi Sehat Organik Ramah Lingkungan Berkelanjutan

Patinews.com – Kediri, Upaya meningkatkan SDA (sumber daya alam) lahan pertanian yang ada di Kecamatan Semen dengan melakukan pengubinan di areal sawah yang berlokasi di Desa Pagung, Kecamatan semen ,Kabupaten Kediri. Pengubinan tersebut diikuti Mantri Pertanian Kecamatan Semen, Kardiyono, Bati Tuud Koramil Semen, Pelda Junaedi, BPP Pertanian Kecamatan Semen, Sutrisno, serta anggota Koramil 22/Semen, kamis (23/03/2017)

Dari penjelasan Kardiyono, pola pertanian padi SRI organik merupakan perpaduan antara metode budidaya padi SRI yang pertamakali dikembangkan di Madagaskar, dengan metode budidaya padi organik dalam praktek pertanian organik. Metode ini akan meningkatkan fungsi tanah sebagai media tumbuh dan sumber nutrisi tanaman, dengan sistem SRI organik daur ekologis akan berlangsung dengan baik karena memanfaatkan mikrorganisme tanah secara natural. Di sisi lain, produk yang dihasilkan dari metode ini lebih sehat bagi konsumen karena terbebas dari paparan zat kimia berbahaya, dan melalui sistem ini kesuburan tanah dikembalikan sehingga daur-daur ekologis dapat kembali berlangsung dengan baik dengan memanfaatkan mikroorganisme tanah sebagai penyedia produk metabolit untuk nutrisi tanaman.

Sutrisno juga menjelaskan sisi keuntungannya ,seperti tanaman hemat air, Selama pertumbuhan dari mulai tanam sampai panen memberikan air max 2 cm, paling baik macak-macak sekitar 5 mm dan ada periode pengeringan sampai tanah retak, hemat biaya, hanya butuh benih 5 kg per hektar, tidak memerlukan biaya pencabutan bibit, tidak memerlukan biaya pindah bibit, tenaga tanam kurang ,dan hemat waktu, ditanam bibit muda 5 – 12 hari setelah semai, dan waktu panen akan lebih awal.

Pelda Junaedi juga berharap kerjasama antara Koramil Semen dengan instansi terkait di bidang pertanian ini bisa harmonis dan sejalan, agar program ketahanan pangan yang saat ini berlangsung, bisa sukses dan terwujud swasembada pangan, terutama di Kecamatan Semen. Pengubinan ini sendiri dilakukan diatas lahan seluas 4,2 hektar dengan status kepemilikan, Sutaryo (1,4 hektar), Mursadi (0,7 hektar), Yusron (0,7 hektar) dan Tarmiji (1,4 hektar).

Exit mobile version