BOR Isolasi di Pati, 80%
PATI, PATINEWS.COM
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Nurwono, SKM, MM memberikan gambaran situasi terkini terkait penanganan pandemi Covid-19 di Pati sekaligus menjawab berbagai pertanyaan yg beredar di masyarakat.Senin, 28 Juni 2021
Kondisi saat ini, terangnya, secara keseluruhan BOR (Bed Occupancy Rate) Rumah Sakit (RS) relatif masih cukup yaitu di bawah 80%, namun beberapa masyarakat cenderung memiliki preferensi rumah sakit favorit tertentu, sehingga ketika masyarakat ke RS tsb maka cenderung ditolak karena melihat skala prioritas pelayanan.
Ruang Isolasi RS diperuntukkan bagi pasien yg memerlukan pengawasan secara rutin dan Intensive Care Unit (ICU) bagi pasien yg perlu alat bantu utk mempertahankan hidupnya. Sedangkan bagi pasien bergejala ringan dari hasil pemeriksaan Rumah Sakit atau Orang Tanpa Gejala (OTG), maka diarahkan untuk isolasi mandiri (isoman).
Di Kabupaten Pati isolasi terpusat berlangsung selama 14 hari dengan akomodasi, obat dan vitamin secukupnya dan pemantauan status kesehatan dengan sumber APBD. Lokasi isolasi terpusat tersebut antara lain di Ruang Wijaya Kusuma RSUD Soewondo serta Hotel Kencana. Sementara bagi yang isolasi mandiri di rumah / tingkat desa, masyarakat diharapkan bisa aktif berkoordinasi, gotong royong dalam menyiagakan Satgas Jogo Tonggo di tingkat desa didukung dengan Alokasi Dana Desa.
“Bagi yang menjalani isoman maka tetap menjalani Protokol Kesehatan (Prokes) 5M/6M, makan bergizi, minum vitamin, berjemur di pagi hari 10.00 utk vitamin D. Sebaiknya pihak keluarga dan masyarakat memberikan dukungan, bantuan logistik / akomodasi, jangan bully / stigma / mengucilkan,” jelas dia.
Bidan Desa (Bides) termasuk salah satu elemen Satgas Jogo Tonggo di Pokja pelayanan kesehatan, namun demikian tetap perlu dukungan dari elemen bidang yang lain (Ekonomi, Sosial dan Keamanan dan Hiburan) utk mencegah perluasan penyakit.
Salah satu bentuk pantauan Puskesmas terhadap isoman antara lain dengan per telepon, atau kunjungan namun tidak semuanya sesuai situasi dan kondisi masing-masing.
“Selain itu meski BOR RS masih memadai, kapasitas jumlah nakes yang melayani pun menurun karena terpapar Covid-19,” pungkasnya.
(*/ dok Dinkes)







