Berziarah Dan Napak Tilas Ke Makam Sunan Mruwut Di Bejagung-Semanding Tuban Jawa Timur
(Ayahanda Waliyullah Ronggokusumo)
Penulis : Imam Muhlis Ali
Pada hari Jum’at tanggal 06 Nopember 2020, beberapa warga Desa Ngemplak Kidul Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati Jawa Tengah melaksanakan ziarah bersama ke Makam Sunan Mruwut di Desa Bejagung Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban Jawa Timur. Warga yang berjumlah lebih dari 30 orang sengaja datang ke Bejagung ini bertujuan untuk berziarah sekaligus sebagai Napak tilas leluhur dari beliau Waliyullah Mbah Ronggokusumo. ” Ini sebagai Napak tilas atas leluhur kami mbah Ronggokusumo Ngemplak Kidul. Mulai menyusuri asal leluhur sampai mengetahui lebih dekat makam Ayahanda Waliyullah Syekh Ronggokusumo yakni Sunan Mruwut Tuban”. Kata salah satu rombongan.
Berangkat dari Kabupaten Pati sekitar pukul 14.00 atau 2 siang dengan mengendarai beberapa mobil. Sesampainya di Masjid Sumur Tawang Kecamatan Kragan, Rembang rombongan shalat ashar bersama. Setelah itu dilanjutkan perjalanan. Alhamdulillah rombongan sampai di alun-alun Kota Tuban pukul 16.50 sore. Lalu menuju ke arah selatan menuju lokasi utama Desa Bejagung. Kira-kira jarak tempuh dari Kota Tuban hanya 5 km.
Area parkir cukup luas
Sampai di Komplek Pemakaman Bejagung, rombongan langsung memarkirkan mobil tepat di halaman depan. Cukup luas area parkir dan ada beberapa warung makan disekitarnya.
Komplek Makam Bejagung, tempat kumpulnya Makam Tokoh berpengaruh
Dilokasi makam Bejagung ini memang banyak makam para tokoh penyebar islam. Saya bisa mengatakan Bejagung ini merupakan kumpulan beberapa makam yang nantinya menghasilkan para tokoh berpengaruh di daerah-daerah seperti salah satunya Makam Sunan Mruwut yang mempunyai anak Waliyullah Ronggokusumo di daerah Ngemplak Kidul Kabupaten Pati.
Makam sentral utama di komplek Bejagung yakni Makam Sunan Bejagung atau Muhdin Asy’ari. Warga setempat biasa menyebutnya dengan nama Mbah Modin Ashari.
Gapura khas
Setibanya di parkiran kami dan rombongan terlihat gapura atau Gerbang di jalan kampung menuju kompleks makam Sunan Bejagung Lor. Kompleks makam Sunan Bejagung Lor ini terdapat gapura Supit Urang ( Capit Udang ) dengan bentuknya yang khas.
Ziarah sekaligus Napak tilas
Rombongan memasuki komplek Makam Bejagung dengan perasaan senang. Salah satunya saya karena memang sudah lama berkesempatan berziarah ke sini. “Senang mas saya ke sini. Sudah terpikir untuk berziarah ke Makam bapaknya leluhur kami Mbah Ronggokusumo” ungkap salah satu rombongan. Memang wajar sekali bila warga Ngemplak Kidul sengaja berziarah sekaligus Napak tilas asal mula daerah Mbah Ronggokusumo. Disamping bisa bertawasul pada para orang sholeh yang sudah wafat, berdoa meminta pada Allah agar diberikan keberkahan juga penting untuk mempelajari sejarah dahulu.
Situs kuno
Memang keinginan kami untuk napak tilas tercapai. Baru sampai dilokasi makam Desa Bejagung kami sudah ‘disuguhi’ oleh barang-barang situs peninggalan zaman dulu. Seperti bangunan gapura, tembok, tumpukan rapi bata merah, pohon-pohon tua, sumur tua, dan sebagainya. Kami melihat dengan seksama. Kami bertambah yakin saat membaca papan keterangan di komplek makam Bejagung tentang undang-undang perlindungan situs kuno.
Sumur gulung
Ada satu hal unik saat saya dan rombongan mau minta tolong salah satu warga di komplek
Makam Bejagung untuk mengambil air. Yakni dengan cara tali ember air ditarik dengan kayu gulung. Setelah tali digulung, ember yang berisi air sumur yang cukup dalam tertarik keatas. Diyakini air tersebut bisa mengobati penyakit tentunya atas izin Allah. Dan kata salah satu rombongan air tahan lama, tidak keruh padahal sudah lama tersimpan.
Tahlil dan do’a di Makam Sunan Mruwut
Tepat setelah maghrib rombongan bertahlil dan berdo’a dimakam Sunan Mruwut yang merupakan ayah dari Waliyullah Ronggokusumo Ngemplak Kidul. Bagi yang sudah membaca sejarah dan silsilah Waliyullah Syekh Ronggokusumo (patinews.com), diketahui bahwa asal muasal beliau adalah daerah Bejagung, Tuban Jawa Timur.
Saat bertahlil dengan perasaan dan hati khusyuk kami dan rombongan memetik satu hal utama bahwa keshalehan Waliyullah Syekh Ronggokusumo Ngemplak Kidul sangat di pengaruhi ayahnya yakni Sunan Mruwut Bejagung Tuban. Kata salah satu warga yang berada di komplek tersebut mengatakan bahwa Mbah Sunan Mruwut adalah seseorang yang shaleh. Maka dengan ‘tirakat’ kuat dari Sunan Mruwut itulah yang akhirnya menghasilkan generasi shaleh seperti beliau Waliyullah Syekh Ronggokusumo. Semoga dengan berziarah dan sekaligus Napak tilas asal daerah leluhur kami Waliyullah Ronggokusumo paling tidak dapat sebagai ‘oleh-oleh’ bermakna dan kedepannya sebagai bekal pembelajaran sejarah serta teladan bagi masyarakat umum lebih-lebih bagi warga Ngemplak Kidul.
Alhamdulillah rombongan sampai drumah masing-masing sekitar pukul 11.30 malam dengan selamat.
Terima Kasih untuk warga Desa Bejagung beserta pengurus makam Bejagung.
Terima Kasih untuk pemilik mobil dan sopir serta panitia acara. Mudah-mudah berkah bersama. Amin.
Sampai jumpa lagi.







