
Patinews.com – Kediri, Tayangan dialog interaktif salah satu stasiun televisi swasta nasional, mendapat perhatian dari Kodim 0809/Kediri, untuk menyimak dan mencermati lebih dalam eksistensi Panglima TNI, pasca Pilkada DKI 2017 beberapa waktu lalu. Nobar yang dilangsungkan di aula Makodim Kediri juga diikuti Dandim Kediri, Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han), Kasdim Kediri, Mayor Inf Joni Morwantoto, Pabung Kodim Kediri, Mayor Inf Puguh Jatmiko, Kapolsek Kota, Kompol Totok Widarto dan Camat Kota, Herry Purnomo, kamis (04/05/2017).
Rosa yang saat menjadi Host pada acara dialog interaktif bertema “Membidik Jokowi Lewat Ahok, Fakta Atau Provokasi”, sempat menanyakan isu seputar aksi yang sudah berlangsung jelang Pilkada DKI hingga berakhirnya pesta demokrasi 5 tahunan ini, dan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan penjelasan seputar fakta yang sebenarnya di ibukota saat itu. Fakta-fakta ini juga bisa analisis warga DKI yang sedikit banyak tahu persis apa yang terjadi dan apa yang sedang dipersoalkan, terkait isu-isu yang berkembang di berbagai medsos, elektronik maupun cetak.
Pada tayangan tersebut Dewan Pers juga menyikapi tulisan Allan Nairn yang menurutnya lebih berbau provokatif, apalagi investigasi dari Allan Nairn masih berstatus lemah bukti dan kebih banyak memberikan keterangan berdasarkan asumsi. Demikian juga Prof.Salim Said juga menyikapi tulisan Allan Nairn yang tidak konsisten menunjukkan dirinya sebagai seorang jurnalis yang independen, tetapi lebih cenderung pada tulisan yang mengarah pada provokasi.
Dibarisan depan deretan kursi saat nobar berlangsung, juga terlihat Pasi Ter, Kapten Inf Warsito, Pasi Ops, Kapten Arm Nur Solikin, Pasi Pers, Letda Bibit, Pasi Intel, Kapten Czi Bagus Handoko serta Pasi Log, Kapten Czi Muklasin ,dan nobar ini dipadati sekitar 250 orang. Selain disaksikan anggota Kodim Kediri, tayangan dialog interaktif ini juga disaksikan masyarakat yang tinggal di sekitar Makodim Kediri.
“Tayangan dialog interaktif ini bisa menjadi acuan, dimana posisi TNI berada dan apa yang sudah dilakukan TNI saat ini. Isu-isu yang berkembang tidak lebih tidak kurang ,ingin memojokkan TNI dalam eksistensinya menjaga NKRI. Demokrasi adalah pilihan rakyat Indonesia, kita harus hormati, dan kita selalu berada di posisi netral, tidak ada keberpihakan kepada calon-calon kandidat kepala daerah,” ungkap Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han). (PP)






