
Patinews.com – Kediri, Pondok Pesantren Al Amin yang berlokasi di Kelurahan Rejomulyo Kota Kediri, menggelar Istighotsah yang dirangkai dalam 2 kegiatan sekaligus, yaitu pengajian umum dan baiat warga NU. Istighotsah ini merupakan agenda dari Harlah NU ke 94 PC NU Kota Kediri, dan acara ini dihadiri Ketua Rois Syuriah PWNU Jatim ,K.H. Anwar Mansur, Wakil Ketua Rois Syuriah PWNU Jatim ,K.H.Anwar Iskandar, Dandim Kediri, Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han), Ketua PCNU Kota Kediri, K.H.Abubakar Abdul Jalil ,Danramil Kota, Kapten Inf Harmadi dan Wakil Walikota Kediri, Hj.Lilik Muhibah, sabtu (29/04/2017)
“Baiat warga NU berdampak mengikat dan dengan berbaiat, berarti warga NU telah berjanji untuk melaksanakan amanah NU. Jika warga NU yang telah berbaiat ini mangkir atau tidak melaksanakan janjinya, maka berarti ia terkena hukum orang yang ingkar janji. Berat atau ringannya tanggungan bergantung pada tingkat janji yang diingkari. Sedangkan hukum ingkar janji dalam Madzhab Syafi’iyah adalah makruh tanzih,” jelas K.H. Abdul Hamid Abdul Qodir yang juga sebagai Ketua Syuriah PCNU Kota Kediri.
K.H.Abubakar Abdul jalil membeberkan, dalam perjalanannya, NU memainkan peranan yang cukup besar bagi bangsa Indonesia. Pada masa-masa awal setelah didirikan saja, NU sudah melakukan berbagai upaya untuk memajukan masyarakat Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memajukan bidang pendidikan dengan mendirikan banyak madrasah dan pesantren. Metode pengajaran dan kurikulum yang digunakan sebagian besar merupakan perpaduan dari pengetahuan agama dan pengetahuan umum. NU juga mendirikan Lembaga Ma’arif pada guna mengkoordinasi kerjasama dalam kegiatan pendidikan. NU juga mulai mengembangkan perekonomian masyarakat dengan mendirikan koperasi di Surabaya.
“Indonesia tidak bisa lepas dari identitasnya sebagai 5 besar negara berpenduduk terbesar di dunia, sekaligus terbesar umat Islamnya. Barometer keberagaman di Indonesia, saling hidup berdampingan ,saling hidup bekerjasama, menjadi perhatian negara-negara lain. Kehidupan masyarakat yang agamis sangat berhubungan erat dengan peran besar para ulama mendorong masyarakatnya untuk memegang nilai-nilai moral dan masyarakat yang nasionalis sangat terkait pandangan membangun bangsa ini menjadi bangsa yang menghargai toleransi, menghormati keberagaman. Mari bersama-sama kita mewujudkan Indonesia yang agamis sekaligus nasionalis yang berpegangan pada Pancasila sebagai ideologinya dan UUD 1945 sebagai landasan pokok masyarakat Indonesia,” jelas Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han).
Istghotsah ini juga menjadi sarana silaturahmi antara Dandim Kediri dengan pengurus NU yang ada di Kota Kediri, sekaligus membangun komunikasi yang melebar dan meluas, terutama menciptakan kerukunan antar umat beragama dalam konteks berbangsa dan bernegara.






