Vaksinasi Covid-19 di Pati, 44 Fasilitas Kesehatan Dilibatkan
PATI, PATINEWS.COM
Vaksinasi, adalah salah satu langkah pemerintah dalam membendung peningkatan pandemi Covid-19. “Dan kita tidak perlu memperdebatkan antara pro dan kontra, yang jelas Pemerintah tidak mungkin membuat rakyatnya sengsara,” ujar Bupati Pati Haryanto pada Pencanangan Vaksin Covid -19 dan Sosialisasi Peningkatan Imunitas Dengan Ramuan Tradisional di Rumah Sakit RAA Soewondo Pati. Senin, 25 Januari 2021.
“Oleh karena itu setelah pencanangan ini diikuti oleh Tenaga Kesehatan, Pelayan Publik seperti TNI, Polri dan tokoh-tokoh yang sekiranya dipandang perlu,” sambung Bupati.
Terkait bila ada kasus yang terjadi, Bupati menjelaskan, “mungkin yang namanya kasus bisa saja terjadi, kalau di lapangan terjadi sesuatu hal yang mungkin yang tidak sesuai, segera saja menghubungi petugas kesehatan, tidak perlu lapor ke yang bukan menangani,” jelas Haryanto.
Dengan diadakannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), kondisi Kabupaten Pati agak menurun dari zona merah ke zona orange.
“Ternyata upaya-upaya ini ada manfaatnya , bila semuanya patuh ini tentu akan berhasil, sekalipun sudah divaksin harus tetap menjaga protokol kesehatan (prokes),” terang bupati.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Pati dr. Joko Santosa, menambahkan, “tujuan daripada vaksinasi adalah mengurangi transmisi atau penularan covid-19 itu sendiri, menurukan angka kesakitan dan kematian, mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity, dan melindungi masyarakat agar tetap produktif,“ terangnya.
Lebih lanjut, dijelaskan, untuk tahap pertama jumlah vaksin yang diterima sebanyak 13.720 dengan merk Sinovac.
Pelaksanaan ini dikuti oleh 44 Fasilitas Kesehatan terdiri dari 29 Puskesmas, 10 Rumah Sakit, 2 Klinik TNI Polri, 2 Klinik Pratama, dan 1 BanKesMas.
Adapun sasaran vaksinasi sejumlah 853.374 orang terdiri, tenaga kesehatan sebanyak 6.313 orang, pelayan publik sebanyak 41.252 orang, masyarakat umum dan pelaku ekonomi sebanyak 198.513, Usia lansia sebanyak 187.044 orang, dan masyarakat yang rentan penyakit sebanyak 420.252 orang.
(*/)







