Social Distancing bukan berarti menjauhi Al-Quran juga kan?. Bulan Ramadhan kali ini akan terasa berbeda dengan bulan Ramadhan kemarin. Ngaji sore di masjid-masjid di liburkan, ngabuburit di bubarkan, dan silaturahmi dibatasi.
Kita disuruh di rumah aja, keluar rumah sebutuhnya aja. Semua itu untuk membatasi penyebaran coronavirus. Namun bukan berarti amalan dan niat untuk berburu pahala hilang tentunya. Kita bisa tetap memburu pahala dan mengharap ridhonya di dalam rumah, dengan membaca Al-Quran.
Bulan Ramadhan adalah bulan spesial yang merupakan bulan turun-nya Al-Qur’an, oleh karena itu hendaknya seorang muslim memberikan porsi perhatian lebih terhadap Al-Qur’an di bulan ini. Layaknya bunyi salah satu hadits riwayat Abdullah Ibnu Mas‘ud yang menyatakan:
عن عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ،
وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
Artinya: Kata ‘Abdullah ibn Mas‘ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf,” (HR. At-Tirmidzi).
Apalagi ketika bulan Ramadhan seperti ini, berapa kali lipat pahala yang akan kita dapat dengan membaca Al-Qur’an?. Banyak sekali keutamaan membaca ayat Al-Qur’an, baik keutamaan membaca ayat Al-Qur’an maupun hanya mendengarkan. Membaca Al-Qur’an sendiri termasuk ibadah paling utama di antara ibadah-ibadah yang lain. Mengenai keutamaan membaca Al-Qur’an, Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman dalam QS. Faathir:29:30 yang artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Faathir: 29-30).
Terakhir, kiranya perlu diingatkan bahwa membaca Al-Qur’an hendaknya dilakukan dengan tartil dan memenuhi adab-adabnya, seperti dalam keadaan berwudhu, di tempat yang suci, menghadap kiblat, menghadirkan hati, disertai kekhusyukan, kerendahan hati, penghayatan, dan pengagungan terhadap Dzat pemilik kalam, seakan-seakan sedang bertutur sapa dengan-Nya.







