• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Berita

Inspiratif, Penjual Pecel ini Diwisuda dari PKH

patinews.com by patinews.com
5 Desember 2019
in Berita
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Inspiratif, Penjual Pecel ini Diwisuda dari PKH
21
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

Patinews.com – Rembang, Di sejumlah tempat, banyak warga yang ingin mendapatkan bantuan dari pemerintah. Bahkan, ada sebagian masyarakat yang rela mengaku miskin demi mendapatkan bantuan-bantuan tersebut.

Tak demikian bagi Marni, (59 tahun) seorang penjual pecel asal Desa Meteseh Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang Jateng ini.

RelatedPosts

Hijaukan Pesisir Rembang, Kabag SDM Ikuti Aksi Penanaman Mangrove Tahun 2026

Blue Light Patrol Siang, Polsek Sale Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Wilayah Kecamatan Sale

Kapolres Rembang Tinjau Langsung TKP Kebakaran KM Wahyu Mina Barokah 2 di PPN Tasikagung

Meski mendapatkan bantuan pemerintah berupa Program Keluarga Harapan (PKH), ia menyatakan mundur dan tidak mau lagi dibantu negara.

Marni adalah salah satu dari 3.557 penerima PKH di Kabupaten Rembang yang menyatakan mundur dari bantuan pemerintah itu. Alasannya, mereka menyatakan telah mampu dan bisa hidup mandiri tanpa mengandalkan bantuan.

Oleh karena itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mewisuda Marni dan kawan-kawannya dari program PKH.

Di hadapan Gubernur, Marni menyatakan saat ini sudah bisa hidup mandiri. Uang bantuan PKH untuk dua anaknya, ia sisihkan sebagai tambahan modal usaha berjualan pecel di rumah.

“Sekarang saya sudah punya usaha warung makan kecil-kecilan di rumah, jualan pecel. Penghasilan sebulan Rp3 juta pak. Jadi sekarang saya mundur, biar bantuannya untuk yang lebih membutuhkan,” kata Marni saat acara peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di Rembang. Rabu 4 Desember 2019.

Kepada Ganjar, Marni mengatakan bahwa ia menerima bantuan PKH sejak tahun 2012 lalu. Sebagian bantuan uang tunai itu, ia gunakan untuk biaya sekolah dua anaknya, sisanya ia sisihkan untuk modal usaha.

“Sedikit-sedikit saya gunakan untuk modal jualan, alhamdulillah sekarang sudah bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari dari jualan ini,” sambungnya.

Marni tidak menyangka hidupnya akan lebih baik seperti saat ini. Sebelum mendapat bantuan PKH, ia hanya buruh serabutan, sementara suami kerja sebagai tukang batu.

“Suami saya hanya tukang batu, jadi tidak bisa diandalkan penghasilannya. Alhamdulillah sekarang saya sudah bisa mandiri,” tegasnya.

Dia pun berharap, para penerima PKH di Indonesia tidak hanya mengandalkan bantuan semata. Bantuan itu lanjut dia, hanya menjadi jembatan untuk meraih kehidupan yang lebih baik.

“Harapannya, yang merasa sudah mampu, mau mengundurkan diri, supaya gantian yang lain mendapatkan. Mereka yang lebih membutuhkan,” katanya.

Cerita Marni kemudian membuat Ganjar tertarik. Ia kemudian memanggil beberapa penerima PKH lain untuk maju ke panggung dan belajar pada Marni.

Dengan sederhana, Marni memberikan penjelasan kepada para penerima PKH lain tentang caranya bisa sejahtera seperti saat ini.

“Yang penting telaten dan hemat. Bantuan yang didapat jangan dihabiskan semua, tapi harus disisihkan dan ditabung,” terang Marni.

Selain pandai menggunakan uang, kemauan untuk mandiri dan memiliki pendapatan lanjut Marni harus dikuatkan. Uang hasil tabungan dapat digunakan untuk mulai usaha kecil-kecilan. Menurut Marni, meski usaha kecil, namun jika ditekuni akan memberikan hasil optimal.

“Dadi ngunu (jadi begitu) ibu-ibu, panjenengan podo sinau njih (kalian belajar ya). Mpun, bu Marni diajari kanca-kancane (teman-temannya diajari). Njenengan kulo dadoske mentor (ibu saya jadikan mentor),” kata Ganjar.

Menurut Ganjar, komitmen Marni untuk berani mundur dari program bantuan pemerintah dan berharap bantuan diberikan pada yang lebih membutuhkan adalah contoh kongkret kesetiakawanan sosial.

Nilai-nilai gotong royong dan kemanusiaan yang adil dan beradab, sudah dipraktikkan oleh ibu Marni dan 3.557 wisudawan PKH lainnya.

“Ini contoh bagus, bagaimana masyarakat dengan sadar bahwa ya saya sudah mampu, saya tidak mau lagi dibantu dan berharap bantuan untuk yang lain. Ini praktek dari sebuah kesetiakawanan sosial yang sebenarnya,” tandas Ganjar mengakhiri. (pn/ hms-jtg)

Tags: berita patikabar patipatipati hari inipatinewsrembangsuara patiwarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Hijaukan Pesisir Rembang, Kabag SDM Ikuti Aksi Penanaman Mangrove Tahun 2026
Berita

Hijaukan Pesisir Rembang, Kabag SDM Ikuti Aksi Penanaman Mangrove Tahun 2026

25 Mei 2026
10
Blue Light Patrol Siang, Polsek Sale Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Wilayah Kecamatan Sale
Berita

Blue Light Patrol Siang, Polsek Sale Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Wilayah Kecamatan Sale

24 Mei 2026
20
Kapolres Rembang Tinjau Langsung TKP Kebakaran KM Wahyu Mina Barokah 2 di PPN Tasikagung
Berita

Kapolres Rembang Tinjau Langsung TKP Kebakaran KM Wahyu Mina Barokah 2 di PPN Tasikagung

23 Mei 2026
18
Narso, DPRD Pati
Berita

DPRD Pati Matangkan Perda Pilkades, Targetkan Pemilihan Kepala Desa Lebih Berkualitas

23 Mei 2026
21
Narso, Anggota DPRD Pati
Berita

Banyak Desa di Pati Belum Punya Kades Definitif, DPRD Kebut Penyusunan Perda Baru

23 Mei 2026
19
Berita

Emergency Plumber vs Routine Plumber: Which Service Should You Choose?

23 Mei 2026
22
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Hijaukan Pesisir Rembang, Kabag SDM Ikuti Aksi Penanaman Mangrove Tahun 2026
  • Teknik Penggunaan Traktor di Sawah: Penanaman, Pembajakan, dan Perawatan Alat
  • Polda Jateng Launching Program Peduli Berantas TB Paru, Ribuan Bhabinkamtibmas Dilatih Jadi Tracer
  • Dugaan Penipuan Rekrutmen Akpol Rp1,5 Miliar Diungkap Polresta Pati, Dua Pelaku Diamankan
  • Blue Light Patrol Siang, Polsek Sale Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Wilayah Kecamatan Sale
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.