Trauma Siswa Korban Keracunan MBG: “Nggak Mau Lagi Aku Makan MBG, Pak!”
Tragedi keracunan massal yang menimpa lebih dari 200 siswa di Berastagi dan Kabanjahe akibat menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyisakan trauma mendalam. Hal ini terungkap saat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, melakukan kunjungan langsung ke Rumah Sakit Efarina Etaham, Kabupaten Karo, untuk menjenguk para korban.
Hingga Minggu siang, tercatat sebanyak 64 anak masih harus menjalani perawatan intensif akibat kondisi kesehatan yang belum stabil.
Suasana haru dan memilukan mewarnai kunjungan tersebut. Saat dijenguk di ruang perawatan, salah seorang siswa korban keracunan secara polos mengungkapkan ketakutan dan traumanya untuk kembali mengonsumsi makanan dari program tersebut, terutama yang disajikan di dalam wadah ompreng.
“Nggak mau lagi aku makan MBG, Pak!” lirih siswa tersebut di hadapan Kepala BGN.
Merespons ketakutan tersebut, Sudaryono menyatakan sangat memaklumi trauma berat yang kini dirasakan, baik oleh anak-anak maupun orang tua murid. Ia menegaskan bahwa fokus utama BGN saat ini bukanlah pada kelanjutan program di wilayah tersebut, melainkan memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis terbaik hingga pulih total.
Orang Tua Protes, BGN Tutup Dapur Penyedia
Dalam kesempatan yang sama, kecemasan juga disuarakan oleh para orang tua korban. Mereka sempat mempertanyakan penanganan medis kepada Sudaryono lantaran kondisi anak mereka tak kunjung menunjukkan perbaikan yang signifikan.
Menjawab keluhan tersebut, Sudaryono membeberkan hasil identifikasi sementara terkait biang keladi keracunan massal ini. Berdasarkan investigasi awal, keracunan diduga kuat berasal dari bahan baku ikan yang pengelolaannya sangat buruk.
“Dugaan awal berasal dari bahan ikan yang tidak disimpan di freezer (lemari pembeku) selama lebih dari 12 jam,” ungkap Sudaryono.
Kelalaian fatal dalam standar kebersihan dan penyimpanan bahan makanan ini tidak bisa ditoleransi. Atas keteledoran berat yang mengancam nyawa ratusan anak tersebut, BGN telah mengambil langkah tegas.
“Kami resmi menutup operasional dapur penyedia MBG tersebut dan saat ini sedang memproses pemecatan terhadap penanggung jawabnya,” tegas Sudaryono. BGN juga berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional (SOP) seluruh mitra penyedia makanan agar tragedi serupa tidak terulang kembali.
#mbg #bgn #fyp #virals #jangkauan







