PATINEWS – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai digulirkan secara bertahap sejak awal tahun 2025 terus mendapat pengawalan ketat dari berbagai pihak. Di Kabupaten Pati, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) turut memberikan sorotan tajam, khususnya mengenai standar kebersihan dan higienitas sajian yang diberikan kepada para siswa.
Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Mukit, menegaskan bahwa kebersihan makanan adalah poin krusial yang tidak boleh ditawar dalam implementasi program prioritas pemerintah pusat tersebut.
Mukit meyakini bahwa Badan Gizi Nasional telah menyusun Standard Operating Procedure (SOP) dan aturan teknis yang sangat mendetail. Namun, ia menekankan agar pengawasan di lapangan benar-benar dipastikan berjalan sesuai rencana.
“MBG sudah mulai diterapkan di beberapa wilayah. Saya yakin Badan Gizi ini sudah menentukan aturan secara teknis dan cukup detail dengan harapan makanan tersaji dalam keadaan bersih dan higienis,” ujar Mukit baru-baru ini.
Lebih lanjut, legislator tersebut menggarisbawahi bahwa kualitas makanan yang masuk ke tubuh anak-anak akan sangat menentukan kualitas generasi masa depan.
“Dengan menjaga kehigienisan MBG, dampaknya akan dirasakan secara langsung oleh siswa dalam jangka panjang, terutama terhadap kondisi kesehatan dan tumbuh kembang mereka,” terangnya.
Sebagai informasi, program Makan Bergizi Gratis ini diluncurkan pada awal 2025 dan difokuskan terlebih dahulu di lima daerah dengan angka prevalensi stunting tertinggi sebagai proyek percontohan.
Hingga beberapa bulan berjalan, program ini tercatat baru menjangkau sekitar 3 juta penerima manfaat secara nasional. Pemerintah pusat menargetkan cakupan program ini akan terus diperluas secara bertahap.
Mengingat belum semua siswa di sekolah merasakan program tersebut, Mukit berharap standar kualitas dan higienitas yang diterapkan pada fase awal ini dapat terus dipertahankan secara konsisten saat program nantinya diperluas secara masif ke seluruh penjuru daerah, termasuk di Kabupaten Pati.







