• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Berita

DPRD Pati Soroti Trauma Santriwati Korban Kasus Ponpes Ndholo Kusumo: “Jangan Hanya Dipindah, Mentalnya Juga Harus Dipulihkan”

patinews.com by patinews.com
25 Mei 2026
in Berita, Berita Pati Hari ini, News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Gedung DPRD Kabupaten Pati

Gedung DPRD Kabupaten Pati

11
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

DPRD Pati Soroti Trauma Santriwati Korban Kasus Ponpes Ndholo Kusumo: “Jangan Hanya Dipindah, Mentalnya Juga Harus Dipulihkan”

Komisi D DPRD Kabupaten Pati meminta pemerintah tidak hanya fokus memindahkan 252 santri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo ke tempat baru, tetapi juga memberikan pendampingan psikologis secara intensif bagi para santriwati terdampak.

RelatedPosts

No Content Available

Permintaan tersebut disampaikan setelah izin operasional ponpes di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu dicabut menyusul kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret pengasuh pondok pesantren.

Anggota Komisi D DPRD Pati, Eko Kuswanto, menegaskan para santriwati harus dipandang sebagai korban yang membutuhkan perlindungan serius, bukan sekadar dipindahkan ke lembaga pendidikan lain.

“Pemindahan tempat belajar memang penting, tetapi pemulihan mental anak-anak ini juga harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Menurut Eko, trauma akibat kasus tersebut berpotensi memengaruhi kondisi psikologis hingga masa depan pendidikan para santri apabila tidak segera ditangani secara tepat dan berkelanjutan.

Karena itu, DPRD meminta Kementerian Agama (Kemenag) melibatkan psikolog, pendamping anak, hingga lembaga perlindungan perempuan dan anak dalam proses pemulihan korban.

“Pendampingan jangan hanya satu atau dua kali. Harus berkelanjutan sampai mereka benar-benar pulih dan bisa kembali menjalani pendidikan secara normal,” tegasnya.

Selain pendampingan mental, DPRD juga meminta pengawasan terhadap lokasi penampungan baru diperketat agar para santri merasa aman dan nyaman selama proses pemulihan berlangsung.

Sementara itu, Kemenag Pati telah menyiapkan sejumlah pondok pesantren, sekolah, hingga panti asuhan untuk menampung para santri terdampak, termasuk santri yatim piatu yang tidak memiliki wali maupun keluarga.

Tags: berita patiDPRD Patijatengkabar patimediapatinewspatipati hari inipatihitspatinewssentralpatinewssuara patisuarapatinewswarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

No Content Available
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Ketua DPRD Pati Soroti Efisiensi Anggaran: Semua Pejabat Harus Siap Dievaluasi
  • Tunjangan Rumah DPRD Pati Disorot, Ketua DPRD: “Kalau Demi Rakyat, Kami Siap Dievaluasi”
  • DPRD Pati Soroti Trauma Santriwati Korban Kasus Ponpes Ndholo Kusumo: “Jangan Hanya Dipindah, Mentalnya Juga Harus Dipulihkan”
  • 252 Santri Ponpes Ndholo Kusumo Direlokasi, DPRD Pati: Pendidikan Anak Jangan Sampai Terputus
  • UMKM Pati Bakal Kena Pajak? DPRD Ungkap Batas Omzet Rp6 Juta Masih Bisa Berubah
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.