Sawah Banyak Kosong Saat Kemarau, DPRD Pati Waspadai Ledakan Hama Tikus di Pati Selatan
PATI – Musim kemarau yang mulai melanda wilayah Pati Selatan memunculkan kekhawatiran baru bagi para petani. Selain ancaman kekeringan, meningkatnya serangan hama tikus dinilai berpotensi memicu gagal tanam di sejumlah kawasan pertanian.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PKB, Hilal Muharrom mengatakan kondisi sawah yang banyak tidak ditanami akibat minimnya pasokan air menjadi salah satu faktor berkembangnya populasi tikus.
“Ketika sawah banyak kosong karena tidak ada air, itu menjadi tempat berkembang biaknya tikus. Ini yang harus segera diantisipasi,” ujarnya.
Menurut Hilal, apabila serangan hama tidak segera dikendalikan, para petani akan menghadapi kerugian ganda. Selain kesulitan memulai musim tanam akibat kekeringan, tanaman yang mulai ditanam juga terancam rusak akibat serangan tikus.
Ia meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat melalui koordinasi bersama kelompok tani dan dinas terkait agar persoalan tersebut tidak semakin meluas.
“Jangan sampai petani sudah kesulitan air, nanti ditambah lagi hasil tanamnya rusak karena hama. Pemerintah harus hadir memberikan solusi,” katanya.
Hilal juga mendorong adanya gerakan pengendalian hama secara terpadu di wilayah selatan Kabupaten Pati. Menurutnya, langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini agar produktivitas pertanian masyarakat tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap persoalan pertanian di wilayah selatan, terutama terkait kebutuhan air dan pengendalian hama yang menjadi ancaman utama petani saat musim kemarau.






