Sempat Ragu dan Merasa Salah Jurusan, Pemuda Asal Pati Ini Justru Menorehkan Segudang Prestasi
Pati – Tidak semua perjalanan dimulai dari keyakinan. Di tengah tuntutan untuk selalu “pasti” dalam menentukan arah hidup, tak sedikit anak muda justru melangkah dengan ragu. Namun, dari keraguan itulah, kadang lahir perjalanan yang tak terduga.
Hal itulah yang pernah dialami oleh Amiril Achmed, pemuda asal Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Kini dikenal sebagai mahasiswa Sastra Inggris Universitas Trunodjoyo Madura yang aktif dan berprestasi, Amiril mengaku bahwa jalan yang ia tempuh saat ini bukanlah pilihan awal yang ia impikan.
“Dulu saya sempat merasa salah jurusan, bahkan mempertanyakan pilihan saya sendiri. Rasanya seperti, ‘ini benar tidak ya jalan yang saya ambil?’,” ungkapnya.
Berlatar belakang pendidikan sains dan memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan studi di bidang Biologi, Amiril harus merelakan impiannya di akhir masa SMA. Jurusan Sastra Inggris yang kini ia jalani bahkan tidak pernah masuk dalam daftar pilihannya sebelumnya.
Namun, di tengah kebingungan dan rasa tidak percaya diri, ia memilih satu hal yang sederhana, tetapi tidak mudah: bertahan.
“Waktu itu saya merasa tidak punya dasar yang kuat di bidang ini. Pernah capek, bahkan sempat ingin menyerah. Tapi entah bagaimana, saya memilih untuk tetap berjalan,” tuturnya.
Keputusan untuk bertahan itulah yang perlahan mengubah segalanya. Amiril mulai menjalani prosesnya, beradaptasi, dan menemukan ritme belajar yang tepat. Ia menyadari bahwa bertahan bukan berarti terjebak, melainkan bagian dari proses untuk tumbuh dan berkembang.
Perjalanan yang berawal dari keraguan itu kini berbuah manis. Amiril berhasil meraih berbagai prestasi, aktif dalam organisasi, serta dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi UTM 2025. Ia juga dikenal sebagai MC, moderator, juri, serta pembicara dalam berbagai kegiatan, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Namanya semakin dikenal setelah berhasil meraih tiga penghargaan dalam ajang Pemilihan Duta Bahasa Jawa Tengah 2025, yakni Pemenang Favorit, Pemenang Berbakat, serta masuk dalam Top 5.
Kisah prestasinya juga sempat mendapat perhatian media lokal, termasuk pernah dipublikasikan oleh Patinews melalui karya literasi yang ia gagas, SIBASA (Siniar Bahasa dan Sastra), sebuah program yang mengangkat bahasa, sastra, dan budaya dalam tiga bahasa.
Bagi Amiril, semua pencapaian itu bukanlah hasil dari jalan yang selalu mulus, melainkan dari proses panjang dalam menerima keadaan dan berdamai dengan diri sendiri.
“Kadang, merasa salah jurusan bukan berarti kita salah arah. Bisa jadi itu hanya bagian dari proses untuk menemukan versi terbaik dari diri kita,” ujarnya.
Ia pun berharap kisahnya dapat menjadi penguat bagi banyak anak muda yang sedang berada di fase ragu dan merasa tidak berada di tempat yang tepat.
“Kalau kamu sedang di fase itu, tidak apa-apa. Kamu tidak sendirian, dan kamu tetap berada di jalan yang benar. Percaya saja pada prosesmu,” pesannya.
Dengan semangat yang ia pegang, “Bermula dari keterbatasan, melesat dengan tekad dan harapan,” Amiril membuktikan bahwa jalan yang tidak direncanakan sekalipun tetap bisa membawa seseorang menuju pencapaian yang luar biasa.
“Tidak semua yang dimulai dengan keraguan akan berakhir dengan kegagalan. Kadang justru dari situlah kita menemukan arah yang sebenarnya,” tutupnya.
