Unik, Menggantungkan Ketupat di Sudut Pintu Rumah, Masih Jadi Tradisi Warga Luwang

Patinews.com – Tayu, Hari raya idul fitri merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah puasa. Setelah sepekan usai perayaan idul fitri berlangsung, terdapat tradisi menarik yaitu adanya lebaran ketupat, dimana warga beramai-ramai membuat ketupat pada hari itu juga.

Uniknya di Desa Luwang Kecamatan Tayu, Pati terdapat tradisi menggantungkan ketupat di sudut – sudut pintu rumah.

“Sudah menjadi tradisi disini, menggantungkan ketupat di sudut , sudut pintu rumah saat lebaran ketupat tiba,” Ucap ibu siti syafaa’atun, warga luwang, Jumat (14/06).

Ketupat dan lepet yang digantungkan dibungkus menggunakan janur muda yang berisi beras dan ketan. Janur muda digunakan membungkus ketupat dan lepet karena tekstur dari daun mudanya yang mudah dibentuk dan isi dari ketupat itu sendiri tidak terlalu kehijauan.

Terkait alasan adanya tradisi tersebut ibu siti syafa’atun belum tahu secara pasti. Namun, beliau melakukan tradisi tersebut karena menirukan ibunya zaman dahulu. Jadi, menurutnya tradisi ini sudah menjadi tradisi yang turun temurun sejak zaman dulu.

Makna dalam tradisi menggantungkan ketupat di sudut-sudut pintu rumah merupakan bentuk penghormatan kepada keluarga yang sudah mendahului kita. Tidak ada jumlah yang diwajibkan saat menggantungkan ketupat, tetapi ibu siti syafaatun menggantung ketupat hanya di pintu yang akan menuju keluar rumah saja.

Ketupat merupakan bentuk identitas sebagai warga Indonesia. Dimana sudah sejak zaman dahulu orang tua/nenek moyang sudah percaya dengan adanya tolak bala menurut kepercayaan orang jawa, terlebih negeri ini mayoritas penduduknya tinggal di pesisir, sehingga mempermudah mendapatkan janur (daun pohon kelapa muda) untuk membuat ketupat dan lepet.

Penulis: Rofikoh Puji Lestari

Exit mobile version