Tak Melaut, Nelayan Dukuhseti Pilih Perbaiki Alat Tangkap Ikan

PatiNews.Com – Dukuhseti, Cuaca extrem yang terjadi seminggu terakhir, membuat nelayan di Pati tak melaut, begitupun juga nelayan di pesisir Kecamatan Dukuhseti. (Sabtu, 2 Desember 2017). 

Ahmad, salah satu nelayan di Banyutowo, Dukuhseti mengatakan, “Kemarin gelombang masih tinggi, mungkin satu hari kedepan sudah dapat melaut lagi”. 

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk mengisi waktu, dirinya bersama nelayan lain memilih memperbaiki alat tangkap ikan dan mesin jukung (perahu). 

Gelombang tinggi, diakibatkan oleh, Siklon tropis Cempaka baru-baru ini telah memberi pengaruh terhadap kondisi cuaca di Indonesia termasuk di Pati, Jawa Tengah.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, curah hujan di pada saat siklon tersebut, mencapai 286 milimeter perhari. Curah hujan yang terjadi tersebut merupakan curah hujan kategori ekstrem yakni diatas 150 mm/hari.

Setelah siklon tropis cempaka mereda, masih ada yang perlu diwaspadai, yakni siklon tropis dahlia. (nl) 

Exit mobile version