
Patinews.com – Kediri, Aktifitas terkait program swasembada pangan ,Camat Grogol, Moh.Imron bersama Bati Tuud Koramil Grogol ,Pelda Sutiyono (mewakili Danramil Grogol), Kapolsek Grogol, AKP Budi Naryanto, Slamet dari perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Kediri dan Rinda Sudaryanto dari perwakilan distributor pupuk CV.Chanda Birawa, berdiskusi membahas seputar penyusunan RDKK pupuk bersubsidi tahun 2018 di rumah kediaman Eko, yang juga selaku Ketua Gapoktan (gabungan kelompok tani) setempat yang tinggal di Desa Cerme, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri Jawa Timur, kamis (09/03/2017)
Slamet menjelaskan, untuk menyiapkan kebutuhan pupuk para petani satu tahun ke depan disusunlah RDKK, dan RDKK itu sendiri adalah rencana kebutuhan pupuk bersubsidi bagi kelompok tani, sedangkan untuk paket RDKK sudah ditentukan urea, SP36, Za, NPK dan pupuk organik. Untuk luas lahan tiap kelompok tani yang mendapat subsidi tidak melebihi dari 2 hektar dan dalam penanganan hama wereng coklat di wilayah Kabupaten Kediri, pemerintah Kabupaten Kediri sudah memberikan bantuan berupa obat-obatan melalui Dinas Pertanian yang telah didistribusikan melalui Koordinator BPP masing-masing kecamatan.
Menanggapi hal tersebut, Pelda Sutiono memberikan keterangan bahwa kegiatan penyusunan RDKK pupuk bersubsidi tahun 2018 supaya disesuaikan dengan kebutuhan sehingga dalam satu tahun ke depan tidak ada lagi masalah kelangkaan pupuk bersubsidi dalam rangka mendukung program pemerintah dalam meningkatkan hasil pertanian untuk menuju swasembada pangan.
AKP Budi Naryanto menegaskan, masalah pelanggaran/penyelewengan pupuk bersubsidi di wilayah Kecamatan Grogol telah terjadi 2 kasus pada tahun 2016 dan sudah disidangkan. Sedangkan kondisi saat ini ,ditenggarai adanya temuan-temuan terkait penjualan pupuk organik maupun obat-obatan yang belum mempunyai ijin edar dari Pemerintah yang dapat merugikan para petani khususnya di wilayah Kecamatan Grogol.
Lebih lanjut, dalam diskusi ini juga dijelaskan bahwa untuk program pemerintah mulai tahun ini sudah di launching dan sosialisasi untuk penebusan pupuk bersubsidi dengan menggunakan kartu tani, dan operator yang di tunjuk adalah Bank BNI, sedangkan untuk penyusunan RDKK saat ini harus dilampirkan foto copy KTP. Masalah Evaluasi penyerapan pupuk bersubsidi yang saat ini melebihi target adalah pupuk ZA, sedangkan pupuk yang lainnya belum terserap oleh petani secara keseluruhan.