Dinas Peternakan Kediri Gelar Penyuluhan Cegah Dan Antisipasi Flu Burung

Dinas Peternakan Kediri Gelar Penyuluhan Cegah Dan Antisipasi Flu Burung
Dinas Peternakan Kediri Gelar Penyuluhan Cegah Dan Antisipasi Flu Burung

Patinews.com – Kediri, Usaha atau upaya menjaga kestabilan harga dan produk berbasis ternak, dilakukan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kediri bersama Muspika Kecamatan Ringinrejo dan paguyuban peternak ayam se-Kecamatan Ringinrejo. Sosialisasi penyuluhan kesehatan dan peternakan yang berlangsung di Desa Purwodadi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, dihadiri Danramil Kandat, Kapten Czi Martono, Camat Ringinrejo, Nizam Subekti, Mantri Pertanian Kecamatan Ringinrejo, Suhadi serta Ir.Purnomo dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kediri, rabu (05/04/2017).

“Flu burung masih menjadi momok yang menakutkan bagi para peternak ayam. Bagaimana tidak, akibat dari wabah flu burung ini banyak sekali para peternak yang gulung tikar. Saking mengerikannya kematian ayam akibat penyakit flu burung, banyak orang yang beranggapan setiap ayam yang mati mendadak dan dalam jumlah yang banyak, itu disebabkan oleh penyakit flu burung,” kata Nizam Subekti.

Kapten Czi Martono, pada kesempatan bicaranya, berharap seluruh peternak yang berada di Kecamatan Ringinrejo untuk tidak terlalu panik ,apabila flu burung didapati atau diketahui ada diantara ternaknya. Selain itu, tanda-tanda terjangkitnya flu burung terhadap ternak, agar dikonsultasikan terlebih dahulu pada instansi yang terkait atau yang berkecimpung dibidangnya, sehingga tidak terjadi info hoax flu burung yang menyebar.

“Mengingat virus flu burung tidak hanya menyerang pada ayam, tapi juga dapat menyebabkan kematian pada orang yang ada di sekitar ayam yang terinfeksi virus flu burung tersebut. Dalam pelaksanaannya, dapat dilakukan berbagai tindakan, yaitu peningkatan biosekuriti, vaksinasi, depopulasi, pemusnahan terbatas atau selektif) di daerah tertular , pengendalian lalulintas keluar masuk unggas, surveillans dan penelusuran, pengisian kandang kembali, pemusnahan menyeluruh, peningkatan kesadaran masyarakat serta monitoring dan evaluasi,” jelas Ir.Purnomo.

Lanjutnya, “ciri-ciri seekor unggas terkena flu burung adalah kepala dan gelambir yang kebiru biruan, unggas yang sudah terkena virus flu burung tak mau makan dan depresi serta mengalami diare. Unggas mendengkur atau kesulitan bernapas secara teratur atau tersengal-sengal serta keluar air liur dari mulutnya. Apabila tanda-tanda tersebut masih diragukan, agar segera berkonsultasi secepat mungkin,” sambung Ir.Purnomo. (pd)

Exit mobile version