Pengendalian Vektor Malaria di Kabupaten Pati

Pengendalian Vektor Malaria di Kabupaten Pati (dok freepik.com)

Pengendalian Vektor Malaria di Kabupaten Pati (dok freepik.com)

Oleh: Bernadete Valencia Christianto
Mahasiswi Fakultas Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta

Malaria adalah suatu penyakit akut maupun kronik disebabkan oleh protozoa genus Plasmodium dengan manifestasi berupa demam, anemia dan pembesaran limpa. Jenis plasmodium yang banyak ditemukan di Indonesia adalah P. falciparum dan P. vivax. Plasmodium falciparum adalah penyebab utama malaria berat, termasuk malaria serebral.

Namun demikian, akhir-akhir ini di Indonesia mulai banyak dilaporkan kasus-kasus malaria berat akibat P. vivax. Kementerian Kesehatan mengatakan peta persebaran per kabupaten atau kota di Indonesia terkait kasus malaria hingga saat ini masih cenderung stagnan dan meningkat kasusnya.

Dalam kategori daerah endemis sedang terdapat 6% atau 31 kabupaten/kota dan sebanyak 1,7% atau sekitar 4,4 juta penduduk Indonesia yang masih hidup dengan kategori ini sedangkan untuk kategori daerah endemis tinggi malaria terdata sekitar 4% atau 23 kabupaten/kota dan sekitar 1,1% atau 2,9 juta penduduk Indonesia yang masih hidup di daerah dengan potensi infeksi malaria level tinggi ini. Tingginya kasus malaria disebabkan oleh lingkungan dan pola hidup masyarakat. Faktor lingkungan berpengaruh besar terhadap kejadian malaria di suatu daerah, karena bila kondisi lingkungan sesuai dengan tempat perindukan, maka nyamuk akan berkembangbiak dengan cepat. Secara umum siklus terjadinya penyakit malaria nyamuk Anopheles menggigit manusia dan parasit malaria berkembangbiak.

Dinas kesehatan Kabupaten Pati mengatakan bahwa kasus malaria tidak mengalami signifikansi hingga saat ini. Namun Puskesmas Kabupaten Pati memaparkan data kesakitan dan kematian tahun 2019 mengalami lonjakan yang cukup serius, jumlah kasus yang terkonfirmasi mencapai 187,5 % per kabupaten dan kota, jumlah kasus yang terdeteksi di dominasi oleh laki-laki. Kemudian untuk angka mortalitas mencapai 45 orang yang terdistribusi 30 laki-laki dan 15 perempuan. Kasus tertinggi terjadi pada 3 Kabupaten/Kota yang dinyatakan endemis yakni Tambakromo, Winong, Margoyoso.

Berdasarkan hasil monitoring Dinas Kesehatan Kabupaten Pati di ke-4 daerah tersebut masih banyak saluran air yang digunakan untuk pembuangan air hujan, limbah rumah tangga menggenang dan dapat digunakan sebagai tempat berkembang biak nyamuk. Kondisi lingkungan seperti itu memang sangat mendukung untuk tempat perindukan nyamuk Anopheles.

Hasil monitoring DINKES-Kab. Pati di lapangan menunjukan 78,9% ditemukan parit/selokan yang dapat menampung genangan air di sekitar rumah, berupa parit/selokan limbah rumah tangga maupun genangan air yang terdapat di sekitar rumah, kurangnya perhatian masyarakat akan sanitasi lingkungan sekitar merupakan faktor penting dalam perkembangbiakan vektor malaria di daerah ini. Sanitasi yang buruk dan tersedianya genangan air yang disukai nyamuk Anopheles meletakan telur mereka untuk berkembangbiak.

Walaupun kasus malaria di Kabupaten/Kota Pati tidak mengalami kenaikan hingga saat ini, tetapi melihat kasus yang sebelumnya sungguh memprihatinkan, sehingga perlu adanya aksi preventif atau pengendalian vektor malaria secara terpadu. Beberapa program tipe edukasi yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran vektor malaria adalah dengan melakukan penerapan 3M Plus, Jumantik, melakukan vaksinasi, mengurangi menggantung baju dan memasang kelambu. Program tipe lingkungan dapat dilakukan dengan pengenalan wilayah (Geographical Reconnaisance), pemetaan tempat perindukan, pengelolaan lingkungan (menebang pohon yang terlalu rimbun, membuang barang yang dapat menampung air dan membersihkan selokan secara rutin), pengangkatan tumbuhan air, pemasangan kawat kasa pada jendela dan menutup tempat air/kolam.

Program tipe biologis dapat dilakukan dengan melakukan penyebaran ikan pemakan larva nyamuk dan penyebaran Bacillus thuringiensis. Sedangkan program tipe kimia dapat dilakukan dengan penyemprotan rumah dengan insektisida, larcividing, menggunakan obat nyamuk dan menggunakan bubuk abate.

(*)

Exit mobile version