Paham Radikal Susupi Dunia Pendidikan, Tokoh NU Desa Pesagen Siapkan Jurus ini

Paham Radikal Susupi Dunia Pendidikan, Tokoh NU Desa Pesagen Siapkan Jurus ini

PatiNews.Com – Gunungwungkal, Makin maraknya isu radikalisme di media sosial yang telah menyusup diberbagai elemen masyarakat tak terkecuali dunia pendidikan. Tak mau kecolongan, tokoh NU ranting Desa Pesagen bekerjasama dengan lembaga Yayasan Perguruan Islam Thowalib Pesagen ( YPIT ) segera berkoordinasi dengan PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Gunungwungkal untuk segera membidani lahirnya IPNU dan IPPNU ranting desa Pesagen.

Jumat, 18 Oktober 2019 resmi dilantik sekitar 40 kader baru yang bertempat diaula MTs Thowalib Pesagen Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati, Jateng.

“Kader NU harus terus lahir demi menjaga marwah NU, lagi pula gencarnya pengaruh negatif dari media sosial ahir ahir ini sangat merusak generasi muda, khususnya para pelajar yang nota bene adalah harapan kita dimasa mendatang,” Ujar Ustadz Jumaeri Alhafidz disela sela sambutannya mewakili pengurus yayasan yang juga sebagai pembina IPNU yang baru saja dilantik.

Hal senada juga diamini oleh Siti Marfuah selaku ketua PAC IPPNU Kecamatan Gunungwungkal. Mungkin peran kader kader muda ini belum begitu diakui dimasyarakat, namun ketua Ranting IPNU dan IPPNU terpilih yaitu Sisca Dhea dan Irham Safi Cahyono mengaku siap untuk mengemban tugas mengabdikan diri kepada Nahdlotil Ulama.

Mereka juga akan segera turut ambil bagian dalam segenap agenda kegiatan baik ditingkat ranting maupun ditingkat anak cabang. Untuk itu rekrutmen anggota baru menjadi target utama karena menurut mereka masih banyak para pelajar di desa Pesagen yang belum bergabung dengan IPNU dan IPPNU.

Ini tentu tidak mudah karena mereka harus bersaing dengan kebiasaan remaja yang cenderung ingin pola hidup bebas berekspresi namun terkadang kebebasan ini yang justru menjerumuskan mereka. Tentu akan lebih bermanfaat jika waktu luang mereka digunakan untuk belajar berorganisasi.

Walaupun mereka sadar akan tantangan ini, mereka berdua tetap optimis bahwa komitmen bergabung dalam Banom NU adalah bentuk dari pembuktian bakti generasi muda terutama pelajar kepada agama dan juga NKRI yang ahir ahir ini lagi diuji dengan berbagai isu yang memenuhi media sosial. (pn/ *).

Exit mobile version