Menjelang Acara Manganan Di Punden Banyu Manis Tampak Jalan di Sepanjang Desa Meriah

PatiNews, Jepara– Acara Sedekah Bumi Yang Di Selenggarakan Di Desa Banyu Manis Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara Masih Lestarikan Punden Demi Mengenang Arwah Leluhur Dan Memanjatkan doa.  kamis 4 agustus 2017.

Pundén tempat terdapatnya makam orang yang dianggap sebagai cikal bakal masyarakat desa tempat keramat sesuatu yang sangat dihormati,seperti yang ada di desa banyumanis punden syekh suto mangun joyo di percaya warga sekitar sebagai cikal bakal warga desa banyu manis.

Sekilas pandang desa banyu manis Desa banyumanis berbatasan dengan sebelah utara desa Ujung watu, sebelah timur gunung clering sebelah selatan desa Tulakan dan sebelah barat berbatasan dengan desa bandungharjo.  

Menurut sebagian orang ahli sejarah menceritakan bahwa desa ini bermula dari banyaknya kejahatan dan kerusuhan yang terjadi diwilayah pesisir utara kabupaten Jepara, yang dipimpin oleh Ki Ageng Wangkong, Boeng Senguru dan Kalong Kuning kemudian ratu kalinyamat menyusun kekuatan untuk memerangi para perusuh tersebut.  

Ratu kalinyamat minta bantuan kepada Ki Ageng Pemanahan dan putranya Danang Sutowijoyo (Mbah Suto Punden Banyumanis), untuk menangkap para perusuh tersebut.  Dalam perjalananya tibalah disebuah sungai dan bertemu dengan geromolan para perusuh, terjadilah pertempuran yang hebat akhirnya Ki Ageng Wangkong CS melarikan diri karena kalah dalam peperangan tersebu, untuk mengingatkan anak cucu sungai tersebut dinamakan Kali Wangkong,  Pengejaran masih terus dilanjutkan ke arah utara, teman Ki Ageng Wangkong yang bernama Kalong Kuning tertangkap di sebuah sungai dan terbunuh maka sungai tersebut dinamakan kali kalong.  

Namun otak dari gerombolan trsebut masih belum dapat dilumpuhkan, masih melarikan diri serhingga perburuan tetap dilanjutkan. Dibawah pohon besar karena lelahnya Ki Ageng Wangkong Tertidur saat akan disergap Ki Ageng Wangkong bisa lolos, disitu tertinggal sebuah tempat minum yang terbuat dari bambu, maka danang sutowijoyo penasaran apa benda yang terdapat di bawah pohon cemploko yang terbuat dari bambu, setelah dihampiri dan dicoba isinya ternyata terasa manis, untuk mengingatkan anak cucu maka tempat tersebut “BANYUMANIS”  Akhirnya Ki Ageng Wangkong tewas terbunuh dengan sebilah keris yang mempunyai sinar yang terang yang dipinjam dari JIN yang bernama H.SUMAIL yang berada di daerah Jenar, namun desa ini ada kepemimpinan sejak tahun 1911 yang dipimpin oleh Astro dirono petinggi pertama, desa ini memiliki tradisi ‘JEMBUL” yang dilaksanakan dengan hari jadi Desa yaitu pada hari kamis Pahing penanggalan jowo di bulan Apit atau Dzulkijah Tahun Hijriyah.

Saat di temui di ruang kerjanya Subandrio SE Selaku kepala desa mengatkan bahwa acara puncak pesta rakyat akan di laksanakan pada tanggal 8 dan 10 agustus itupun kalau tidak ada perubahan dari panitia penyelenggara, ungkapnya baru-baru ini. (ghofur)

Exit mobile version