Bisnis aneka kue kering menjadi salah satu peluang usaha yang selalu ramai saat bulan Ramadhan hingga menjelang Lebaran. Ada yang berbisnis dadakan, namun ada pula pengusaha yang sudah menekuni bisnis tersebut di hari-hari biasa.
Modal untuk bisnis inipun tidak terlalu besar. Sayangnya sejak virus corona merebak di Indonesia, banyak usaha gulung tikar. Orderan sepi, dan terpaksa merumahkan hingga mem-PHK karyawan.
Akibat lesunya bisnis, marak PHK dan dirumahkan, daya beli masyarakat ikut tergerus karena mereka tidak punya penghasilan lagi. Sementara harga kebutuhan pokok terus merangkak naik.
Berikut tips berbisnis kue kering agar tetap meraup keuntungan saat pandemi corona.
1. Perbanyak Varian Kue Kering
Dalam bisnis kue kering untuk Ramadan dan Lebaran, tentukan dan buat berbagai macam varian kue kering yang akan dijual. Jangan hanya menawarkan satu atau dua macam saja, karena kesukaan orang berbeda-beda.
Misalnya, jangan cuma menjual kue nastar dan putri salju, tetapi tambah varian lain, seperti kastengel, kue lidah kucing, kue kacang, kukis coklat, kue semprit, kue kuping gajah, stik keju. Sajikan juga macam-macam ragam bentuk coklat mini yang bisa ditempatkan dalam wadah toples.
Anda juga bisa berkreasi dengan berbagai bentuk kue kering, seperti bentuk kepala kelinci, alfabet, maupun kreativitas menarik lainnya yang sedang jadi tren masa kini. Contohnya kue kering rasa matcha, rasa kopi dalgona, dan lainnya. Pastikan kue kering dikemas semenarik mungkin. Misalnya toples yang diikat dengan pita,atau toples bentuk unik yang sangat cantik bila dipajang di meja ruang tamu. Selain itu, Kualitas rasa nomor satu. Orang rela membayar kue dengan harga lebih mahal, jika rasanya enak.
Tapi begitu mereka sudah kecewa dengan rasa, percayalah bahwa konsumen tidak akan pernah kembali untuk membeli kue kering buatan Anda. Tentunya setiap penjual ingin pembeli menjadi pelanggan loyal yang setiap pada produk Anda. Oleh karena itu, terus perkaya pengetahuan Anda dengan resep-resep kue kering baru.
2. Pasang Harga Kompetitif
Sebagai penjual harus pintar dalam memasang strategi harga. Harga murah tidak selalu mengorbankan kualitas rasa. Anda bisa menyiasati bagaimana caranya tetap membuat kue dengan rasa enak, namun harganya tidak terlalu mahal alias kompetitif.
Ingat dalam situasi sekarang ini #dirumahaja, orang lebih memilih membuat kue kering sendiri dibanding membeli. Maka dari itu, pasang harga kompetitif agar orang tertarik membeli kue kering Anda.
3. Jualan Offline dan Online
supaya bisnis kue kering tetap lancar adalah menjualnya secara offline dan online. Offline contohnya dari mulut ke mulut, door to door, maupun menawarkan kerumah saudara, tetangga, teman, kerabat, menyebar brosur, dan lainnya. Minta bantuan teman pula untuk menawarkannya ke orang-orang yang mereka kenal.
Sementara penjualan secara online, dapat memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Instagram, maupun melalui WhatsApp. Selain membuka toko online, Anda juga bisa mendaftar menjadi mitra penjual di beberapa e-commerce, di antaranya Bukalapak, Tokopedia, Shopee, dan sebagainya.
4. Beri Promo
Supaya lebih laku lagi, mainkan strategi promo. Contohnya dengan menawarkan promo beli 5 kue kering all variant, gratis 1 toples nastar. Promo lainnya, seperti gratis ongkos kirim kedaerah terdekat
Penulis : Nadia Nur Anggraeni
