Masyarakat Yang Peduli Adalah Masyarakat Yang Mengamalkan Pancasila

Masyarakat Yang Peduli Adalah Masyarakat Yang Mengamalkan Pancasila
Masyarakat Yang Peduli Adalah Masyarakat Yang Mengamalkan Pancasila

Patinews.com – Kediri, Agenda khusus terkait pembinaan mitra jaring teritorial berlangsung di Makodim 0809/Kediri, dan acara ini sendiri diikuti mitra karib dari masing-masing Koramil jajaran Kodim Kediri. Pada agenda ini Dandim Kediri ,Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han) didampingi Pasi Ter Kodim Kediri, Kapten Inf Warsito sebagai pembicara utama, disusul Danramil Kota, Kapten Inf Harmadi dan Danramil Kunjang, Kapten Inf Sunarjo yang mengulas lebih banyak lagi tentang pentingnya mitra karib ,rabu (03/05/2017)

“Saat ini saudara-saudara kita yang ada di Desa Manggis Kecamatan Puncu sedang dirundung kesedihan ,akibat fenomena alam yang menyebabkan amblesnya sumur-sumur mereka. Kita memang harus prihatin atas kejadian ini, tetapi ada baiknya kita bertindak, mengulurkan tangan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkannya. Masyarakat yang peduli adalah masyarakat yang mengamalkan Pancasila, karena dalam sila kedua memuat Kemanusiaan Yang adil dan Beradab,” kata Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han).

“Sila kedua ini maknanya sangat luas dan bila dijabarkan melebar akan mengaitkan antara kepedulian sosial kita sebagai warga negara Indonesia kepada sebangsa dan setanah air. Itu sudah jelas dalam butir-butir yang ada dalam sila kedua ini, tepatnya pada butir kelima yang berbunyi Menjunjung Tinggi Nilai Kemanusiaan dan dibutir keenam dikuatkan lagi, yaitu Gemar Melakukan Kegiatan Kemanusiaan,”sambung Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han).

Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han) juga menceritakan kronologi yang sebenarnya dari fenomena alam yang terjadi di Desa Manggis Kecamatan Puncu, sesuai release resmi yang dikeluarkan Tim PVMBG, bukan versi abal-abal yang sengaja digulirkan seseorang yang tidak jelas nara sumbernya. Kodim Kediri juga sudah mengulurkan bantuan kepada anak-anak Desa Manggis yang dilakukan kemarin, sekaligus memberi support dan motivasi untuk tetap melanjutkan proses belajar mengajar.

“Butir kelima dari sila kedua ini merupakan wujud dari sejarah bangsa kita ,budaya asli kita, bisa kita buka lagi lembaran sejarah, bagaimana dimasa lampau rakyat kita sudah erat sekali dalam melakukan aktifitas sosial. Silahkan bapak ibu buka lagi buku sejarah Perjalanan Kerajaan Majapahit Era Dinasti Hayam Wuruk, didalam buku ini sangat jelas dicantumkan, bagaimana kehidupan sosial dimasa itu, dan buku ini sudah dipastikan valid, karena dibuat selama 6 tahun berdasarkan penelitian bukan asumsi atau persepsi semata,” jelas Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han).

Usai membuka secara langsung dan menyampaikan pandangannya, Dandim Kediri menyerahkan sepenuhnya topik-topik bahasan terkait pentingnya mitra karib dalam ruang lingkup Kodim Kediri.

Exit mobile version