Lomba Panjat Pinang Meriahkan Acara 17 Agustus Desa Keling

Lomba Panjat Pinang Meriahkan Acara 17 Agustus Desa Keling
Lomba Panjat Pinang Meriahkan Acara 17 Agustus Desa Keling

PatiNews, Jepara – Memperingati 17Agustus Sebagai Hari Kemerdekaan Negara Republik Indonesia Desa Keling Kecamatan Keling Kabupaten Jepara Adakan Lomba Panjat Pinang di Halaman Sekolah Dasar Negeri 01 Keling Yang di Ikuti Oleh Warga Sekitar Kamis 17 Agustus 2017.

 Dalam perlombaan panjat pinang ini merupakan sebuah pelajaran yang sangat realistis. Ada beberapa filosopi yang dapat dijabarkan untuk memaknai permain yang sudah dilakukan oleh masyarakat dalam perayaan HUT RI ini.

Fase pertama, ini merupakan fase sosial yang mengambarkan hal sikap manusia atau masyarakat dalam kehidupan bersosial. Masih penuh semangat, mengenakan baju, dan keyakinan yang tinggi. Sedangkan pohon pinang sendiri masih segar dan belum terjamak.

Fase kedua, setiap orang akan menyadari kalau bekerja sendiri itu akan terasa berat. Karena kita membutuhkan orang lain atau tumpuan kuat yang ada di bawah. Ketiga, merupakan fase dimana para pemanjat sudah mulai lelah, namun hal ini akan membuat seseorang semakin bekerja sama dan gotong royong untuk dapat menaklukkan tantangan.

Sedangkan untuk arti dari panjat pinang itu sendiri adalah perlombaan memanjat pohon pinang yang sudah melalui proses mulai dari dikuliti dan diberikan pelican, dengan tujuan untuk merebutkan beberapa barang yang sudah digantung diatasnya. Dan biasanya diadakan oleh masyarakat pada saat perayaan Hari Kemerdekaan RI.

Dalam perlombaan ini, sebuah pohon pinang yang tingg dengan dilumuri dengan pelumas, tentu tidak mudah bagi seseorang untuk memanjatnya. Beberapa kali seseorang mencoba untuk memanjatnya namun gagal dan merosot. Hal ini yang membuat gelak tawa para penonton dan beberapa orang yang mengikutinya.

Saat dikonfirmasi Di Kediamannya Nur Kholis (45) Kepala Desa Keling Mengatakan Bahwa “Agenda Yang Akan Di selenggarakan yakni Acara Karnaval Yang tentunya Di ikuti oleh para warga dan anak-anak dengan menggunakan sepeda yang sudah di hias beraneka ragam”, katanya.  (sai/zin)

Exit mobile version