REMBANG – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Rembang ke-285 Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Rembang menggelar Kirab Pusaka yang berlangsung khidmat dan sarat nilai budaya di Pendopo Museum Kartini Rembang, Minggu (26/7/2026).
Mengusung tema “Pamiyaking Warana, Kinaryo Sarana, Memayu Hayuning Sasama”, kegiatan ini menjadi simbol pelestarian warisan budaya sekaligus memperkuat semangat kebersamaan masyarakat Rembang.
Acara yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut dihadiri oleh Bupati Rembang H. Harno beserta istri Hj. Musringah Harno, Wakil Bupati Rembang, Kepala Dinas Pariwisata, para Kepala OPD Kabupaten Rembang, serta tamu undangan.
Prosesi diawali dengan penyerahan pusaka oleh Bupati Rembang bersama istri kepada anggota Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani). Suasana semakin khidmat dengan penampilan berbagai tarian tradisional yang memperkaya nuansa budaya dalam peringatan hari jadi kota.
Tepat pukul 16.03 WIB, pusaka kemudian dikirab mengelilingi Alun-alun Rembang dengan pengawalan para prajurit serta iringan musik gamelan yang menghadirkan suasana tradisional khas Jawa. Masyarakat yang memadati sepanjang rute kirab tampak antusias menyaksikan prosesi budaya yang menjadi salah satu agenda penting dalam perayaan Hari Jadi Kota Rembang. Rombongan kirab kembali memasuki Pendopo Museum Kartini pada pukul 17.00 WIB.
Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib, Polres Rembang menerjunkan 24 personel gabungan Polres dan Polsek Rembang sesuai Surat Perintah Kapolres Rembang Nomor: Sprin/1081/VII/PAM.3.3./2026 tanggal 24 Juli 2026. Pengamanan juga didukung oleh 5 personel Koramil Rembang, 5 personel Dinas Perhubungan Kabupaten Rembang, serta 5 personel Satpol PP Kabupaten Rembang.
Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsek Rembang, AKP Al. Sutikna, S.H., M.H., yang memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.
Kegiatan Kirab Pusaka dalam rangka Hari Jadi Kota Rembang ke-285 berakhir pada pukul 17.00 WIB dengan situasi yang aman, lancar, dan penuh khidmat, mencerminkan sinergi yang baik antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat dalam melestarikan warisan budaya daerah.
