
Patinews.com – Agro, Ada pertanyaan menggelitik tentang Pupuk Bersubsidi. Benarkah bersubsidi atau justru secara kasar saya katakan pupuk berproteksi.
Di satu sisi, ada kata manis tentang pupuk subsidi agar terjangkau petani. Namun jelas di depan mata akrobat sastra politik bahwa pupuk kimia diproteksi dari lahirnya pupuk organik. Sehingga konversi dari pupuk kimia ke pupuk organik dilakukan secara masih.
Dalam hukum pasar terjadi persaingan pasar sempurna antara pupuk organik dan kimia,yang disatu sisi pupuk kimia disuntik dana subsidi sedang organik tidak. Dua sisi berlawanan, lipstik politik mengatakan pangan organik dan hebal tapi harus bersaing dengan pupuk kimia yang mahal biaya produksi tapi kelebihan biaya ditanggung pemerintah melalui APBN dengan menakutkan nakuti rakyat akan gagal panen karena tanpa subsidi pupuk kimia.
Padahal sejak dulu kala pupuk kompos dan pupuk kandang biasa digunakan rakyat. Dan pada orde baru dipaksa rakyat menggunakan Urea bahkan Urea tablet secara otoriter. Dan akhirnya rakyat dibuat tergantung dengan tidak ada alternatif lain. Pembodohan ini harus disadarkan pada rakyat. Sehingga pupuk kimia bersubsidi dan kartu Tani tidak jadi komoditas politik murahan untuk mengkambing hitamkan pemerintah sekarang sebagai akibat kegagalan politik pertanian oleh Orde baru. Dan rakyat tidak diajari maling teriak maling
Penulis Dumadi Tri Restiyanto
(Ketua DPW Petani Jateng)