PATINEWSCOM –
Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menyoroti pengelolaan dan penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Pati. Menurutnya, pemanfaatan dana CSR selama ini dinilai belum berjalan secara transparan sehingga manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.
Ali mengungkapkan, hingga kini masih terdapat ketidakjelasan mengenai arah penyaluran dana CSR yang seharusnya menjadi bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Akhirnya CSR ini ke mana-mana tidak jelas,” ujarnya.
Ia menilai, selama ini terdapat anggapan bahwa sebagian dana CSR lebih banyak dimanfaatkan untuk kepentingan pihak-pihak tertentu dibandingkan untuk program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Selama ini pun CSR tak jelas. Hanya dipergunakan untuk kepentingan pribadi orang-orang tertentu,” katanya.
Karena itu, Ali mendorong agar pemerintah daerah bersama perusahaan menyusun mekanisme penyaluran CSR yang lebih transparan, akuntabel, dan memiliki sasaran yang jelas. Menurutnya, seluruh program CSR harus dapat dipantau sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Selain itu, ia juga mengusulkan adanya kejelasan mengenai besaran minimal kontribusi CSR dari perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan adanya pedoman yang jelas, penyaluran dana CSR diharapkan dapat lebih terarah dan mendukung program pembangunan daerah.
“Dengan demikian maka diharapkan akan lebih jelas,” ungkap Ali.
Menurutnya, dana CSR seharusnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan UMKM, pelestarian lingkungan, hingga kegiatan sosial lainnya.
Ali berharap ke depan pengelolaan CSR di Kabupaten Pati semakin terbuka, tepat sasaran, dan mampu menjadi salah satu instrumen pendukung pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
