Kandang Terbakar, 25 Ribu Ayam Terpanggang di Panggungroyom Wedarijaksa

Kandang Terbakar, 25 Ribu Ayam Terpanggang di Panggungroyom Wedarijaksa
Kandang Terbakar, 25 Ribu Ayam Terpanggang di Panggungroyom Wedarijaksa

Patinews.com – Wedarijaksa, Sedikitnya 25.000 bibit anak ayam mati terpanggang karena kandang ayam yang terbakar di Desa Panggungroyom 05/I Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati.   (Jum’at (4/8/17) sekitar pukul 03.30 Wib).

Kejadian ini terjadi di kandang ayam milik Suyono dan Wasito warga Desa Panggungroyom 05/I Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati. Akibatnya pemilik kandang ayam mengalami kerugian ratusan juta Rupiah.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan, S.I.K melalui Kapolsek Wedarijaksa AKP R. Sulistyaningrum, S.H. M.H dalam rilisnya mengatakan “kandang ayam yang terbakar milik Suyono dan Wasito warga warga Desa Panggungroyom 05/I Kecamatan Wedarijaksa. Diduga penyebab kebakaran berasal dari tungku penghangat ayam yang tertiup angin sehingga percikan apinya mengenai plastik kandang bambu”.

“Api dapat dipadamkan oleh pemadam kebakaran PG. Tangkil dalam waktu kurang lebih 1,5 jam”, imbuh Kapolsek.

Menurutnya, saksi yang mengetahui kebakaran pertama kali Sujoko (25), setelah mendengar suara letusan yang berasal dari kandang ayam milik Suyono kemudian mengeceknya dan didapati kandang ayam sudah terbakar dan api semakin membesar sehingga membakar kandang ayam milik Wasito yang lokasinya bersebelahan.

“Diduga api berasal dari tungku penghangat ayam yang tertiup angin sehingga percikan apinya mengenai plastik kandang dinding yang terbuat dari bambu,” kata Kapolsek.

1,5 jam kemudian api baru dapat dipadamkan dengan bantuan mobil Damkar PG. Trangkil. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun pemilik Suyono dan Wasito mengalami kerugian sekitar RP. 300 juta. Bangunan Kandang ayam berbentuk tingkat dengan ukuran masing-masing loss berukuran panjang 40 meter dan lebar 30 meter, dinding berupa bambu dan kayu bengkirai (kayu serbetan), atap esbes dengan rangka atap kayu serta alas bangunan tingkat berupa bambu sedangkan alas dasar berupa plester. (HMP)

Exit mobile version