
PatiNews.com – Kids Zaman Now, Pengalaman baru dapat ditemui setiap hari di lingkungan sekitar, namun hal itu akan berujung sia-sia jika tak dibarengi dengan semangat untuk menggali, sebut dara manis kelahiran Pati 12 Desember 1996 ini.
Bagi gadis bernama lengkap Harisatul Ulya ini, hal-hal kecil dan bahkan sepele dapat dijadikan pelajaran, “Sederhana sajalah, hal-hal kecil, bahkan terkesan sepele, jika diperhatikan itu pasti ada nilai pelajarannya. Bahkan memiliki hubungan dengan hal yang baru saja atau telah kita lakukan sebelumnya,” ungkapnya.
Berbagai kegiatan di luar jam perkuliahan juga dapat memberi banyak pengalaman, “Tidak jarang, pertanyaan-pertanyaan yang muncul bahkan belum terjawab di ruang perkuliahan justru menemukan titik temu dengan hal-hal yang dilakukan di luar kelas”, ujar Mahasiswi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang ini.
Mahasiswi yang mengambil jurusan pendidikan di Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) tersebut mencontohkan, bagaimana memahami karakter anak usia sekolah dasar.
Menurutnya, pada usia tersebut anak-anak merupakan pribadi yang kritis dan pandai meniru. Oleh karena itu, harus lebih berhati-hati ketika menghadapinya. Sebab, hal itu sangat berpengaruh untuk menyampaikan materi pelajaran di sekolah.
“Contohnya seperti memelajari aktivitas anak, kalau masih teori kan terkadang sulit dipahami. Namun terkadang itu ketemu jawabannya ketika saya ketemu sama adik saya di rumah. Atau kalau tidak ya anak tetangga kos,” ungkap anak pertama dari tiga bersaudara itu. (dok. hms-kab)