Penulis: TIM KKN EMOCARE IPMAFA cc. Fatin Latifatuzzahroh
KKN MDR adalah kegiatan kuliah kerja nyata mandiri yamg dikerjakan dari rumah yang diadakan di tengah pandemi covid 19 di Institut Pesantren Matholi’ul Falah tahun 2020.
KKN ini diikuti oleh 3 kelompok yaitu : Kelompok Emocare , Kelompok Sahwahita serta Kelompok Santri smart dan berjumlah total 34 orang mahasiswa yang telah lulus seleksi dan telah mengikuti Program Pembekalan KKN yang dilakukan pada hari Sabtu (11/07) dari pukul 09,00 dan Berakhir pada pukul 12,00 WIB.
Acara pembukaan dan penerjunan mahasiswa KKN MDR adalah suatu langkah awal dimana mahasiswa secara resmi dilepas untuk melakukan program kegiatan yang telah dibuat oleh masing-masing kelompok Acara pembukaan dan penerjunan mahasiswa KKN MDR dilakukan pada hari Senin (13/7) oleh rektor Institut Pesantren Matholi’ul falah yaitu Bapak Abdul Ghofarrozin M,Ed secara Daring (Online) melalui aplikasi Zoom ,selain itu acara ini juga diikuti oleh ka prodi PBA,PMI ,PGMI serta mahasiswa yang akan ikut KKN mandiri dari rumah (MDR)
KKN MDR ini sangat istimewa, karena KKN ini sangat berbeda dari KKN pada tahun sebelumnya karena KKN pada tahun ini menggunakan media sosial sebagai Sarana agar mahasiswa dapat berkontribusi di masyarakat KKN MDR ini diharapkan agar walaupun ditengah masa pandemi mahasiswa dapat berkarya dengan memanfaatkan media sosial sehingga jaringannya bisa lebih meluas lagi dan dapat bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam uraian pendapatnya, Rektor Institut Pesantren Mathaliul Falah menegaskan bahwa Abdul Ghofarrozin, MEd, “Kuliah Kerja Nyata tidak harus dilakukan dilapangan dalam arti yang sebenarnya, karena yang namanya belajar bukan hanya betul betul di lapangan, bahkan dengan di dengan hanya didepan gadget itu sudah termasuk bentuk belajar yang rill . Oleh karena itu proses KKN yg sebenarnya adalah menciptakan sesuatu yang rill dan nyata. Karena hal tersebut, bentuk gagasan ide tentu mendapatkan apresiasi untuk model pembelajaran kedepan sebagai model pembelajaran alternatif sesuai dengan tuntutan kondisi dan situasi dimasa pandemi,” terangnya.
Tiga kelompok yang lolos seleksi KKN ini, tidak semata mata kemampuan akademiknya dan kecerdasanya, tetapi karena ditimbang mampu melaksanakan KKN secara bertanggung jawab dan menjadi pionir ahli di bidangnya. didalam prosesnya, dalam pelaksanaanya KKN MDR IPMAFA Monitoring tetap ada, evaluasi tetap ada, aksi nyata dari dosen pembimbing pun tetap ada, termasuk problem solving barang kali diperlukan akan dapat dimaksimalkan.
KKN ini tidak mengurangi proses apapun dari KKN yang telah dilakukan sebelumnya. Tema KKN yang diangkat yakni “Penguatan moderasi beragama melalui optimalisasi penggunaan medsos”. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendidikan dakwah keislaman.
(*)
