PATINEWS –
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati terus mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting mengingat sejumlah wilayah di Kabupaten Pati hampir setiap tahun terdampak banjir yang berdampak pada penurunan aktivitas ekonomi, khususnya di sektor pertanian.
Anggota DPRD Kabupaten Pati, Yeti Kristianti, mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dijawab dengan menciptakan sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan potensi wisata berbasis desa.
Menurut politisi Partai Gerindra itu, Kabupaten Pati memiliki modal besar untuk mengembangkan sektor pariwisata. Selain didukung kekayaan alam, masyarakat Pati juga dinilai memiliki kreativitas yang mampu menghadirkan berbagai destinasi wisata yang menarik.
“Potensi wisata di Kabupaten Pati sangat besar. Tinggal bagaimana masyarakat dan pemerintah bersama-sama mengelolanya agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga,” kata Yeti.
Ia menyebut, upaya pengembangan desa wisata mulai diwujudkan di Kecamatan Jakenan. Salah satu contohnya berada di Desa Ngastorejo yang kini tengah mengembangkan kawasan wisata kuliner di sekitar jembatan gantung.
Lokasi tersebut dinilai memiliki daya tarik tersendiri karena berada di kawasan persawahan dengan pemandangan sungai serta jembatan gantung yang menjadi ikon desa.
“Untuk memperkuat sektor pariwisata, kami mulai dari Ngastorejo. Di sana ada jembatan gantung yang sangat menarik. Kami mencoba mengembangkan wisata kuliner di sekitar kawasan tersebut dan berharap nantinya bisa menjadi destinasi baru yang diminati masyarakat,” ujarnya.
Yeti juga menyoroti kreativitas warga saat banjir melanda beberapa waktu lalu. Di tengah bencana, masyarakat justru mampu memanfaatkan genangan air menjadi objek wisata dadakan dengan menyediakan wahana perahu bagi pengunjung.
Menurutnya, inovasi tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Pati mampu melihat peluang di tengah keterbatasan.
“Saat banjir memang ekonomi masyarakat terdampak. Tetapi waktu itu justru muncul ide menjadikan banjir sebagai wisata. Ada penyewaan perahu dengan tarif sekitar Rp30 ribu. Kreativitas seperti ini patut diapresiasi,” ungkapnya.
Ia berharap pengembangan wisata di Ngastorejo dapat berjalan sesuai rencana dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Pati untuk menggali potensi wisata yang dimiliki.
Dengan semakin banyaknya destinasi wisata desa, Yeti optimistis sektor pariwisata dapat menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi Kabupaten Pati kepada wisatawan dari berbagai daerah.
(/red)
