
Pati News, Jepara– Warga Desa Tulakan Dusun Pejing Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara Berbondong-Bondong Datangi Rumah Kami Tuo Untuk Menyaksikan Seni Budaya Ketoprak. Minggu 6 Agustus 2017.
Hampir sama dengan ludruk, ketoprak merupakan drama tradisional yang diperagakan oleh sebuah grup kesenian dan digelarkan di sebuah panggung dengan mengambil cerita dari sejarah, cerita panji, dongeng dan lainnya dengan diselingi lawak. Ketoprak muncul pada tahun ± 1922 pada masa Mangkunegaran. Kesenian ini diiringi musik dari gamelan yang berupa lesung, alu, kendang dan seruling. Karena cerita atau pantun-pantunnya merupakan sindiran kepada Pemerintah atau Kerajaan maka kesenian ketoprak ini dilarang. Namun kesenian rakyat ini akhirnya tetap berkembang di pedesaan/ pesisiran. Setelah sampai di Yogyakarta ketoprak disempurnakan dengan iringan gamelan Jawa lengkap dengan tema ceritanya mengambil babad sejarah, cerita rakyat atau kerajaan sendiri. Ketoprak ini dilakukan oleh beberapa orang sesuai dengan keperluan ceritanya.
Ketoprak Karyo Budoyo Yang Datang Dari Kabupaten Pati itu Mengundang Perhatian Para Warga Sekitar Tak Hanya Warga Desa Tulakan Yang Hadir, Namun Desa Tetangga pun Banyak Hadir Dalam Acara Tersebut Seperti Desa Blingoh,Bandungharjo Dan Desa Banyumanis.
Menurut Pengakun Para Seniman Ketoprak Mereka Sangat Senang Dalam Artian Sambutan Para Panitia Yang Ramah Tamah Menyimbulkan Budi Pekerti Yang tinggi. Masih Kata Pengunjung Karjo(51) Warga Desa Banyumanis Mengatakan Sudah satu Jam Saya Disini Mau Lihat Ketoprak, Masalahnya Belum Tenetu Di Desa Lain Ada , Desa Saya Sendiri Aja Belum Ada.Ungkap Pria Ber Topi Putih Itu.
Saat Di Konfirmasi H.Sutrisno Selaku Orang Nomor Satu Di Desa Tulakan Mengatkan “Ketoprak Ini Datang Dari Pati Mas, Kalau Soal Judul Kayaknya Saya Kurang Faham”, Ungkapnya. (saifur/faizin)