
Patinews.com – Kediri, Rapat kordinasi yang diikuti Ketua RT dan RW se-Kecamatan Pagu berlangsung kemarin sore di Balai Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, dan sebagai pembicara ,Danramil Pagu, Kapten Inf Tafsir, Heru Setiawan dari BPMBD Kabupaten Kediri, Rusdi Danurianto dari BNN Kabupaten Kediri, Ketua FKUB Kabupaten Kediri, K.H.Imam Sanusi serta Camat Pagu, Ahmad Wito Subagyo, kamis (27/04/2017)
Diawal rakor berlangsung, Ahmad Wito Subagyo meminta bantuan semua Ketua RT dan RW se-Kecamatan Pagu untuk memverifikasi ulang warganya, apabila ditemui adanya indikasi orang asing yang tinggal dilingkungannya. Verifikasi tersebut bukan berarti mendikte warganya, melainkan untuk mengetahui apakah ada warga yang berasal diluar desa tinggal disitu, lalu apa latarbelakangnya, darimana asal usulnya, jangan sampai desa di Kecamatan Pagu kebobolan masuknya orang yang diduga memiliki hubungan erat dengan jaringan teroris. Tetapi dalam verifikasi tersebut jangan sampai ngawur atau terlalu berlebih-lebihan, bila sudah diketahui bahwa orang tersebut adalah keluarga terdekat atau kerabatnya, tidak perlu ditanyakan, agar tidak terjadi penekanan terhadap warga.
“Tidak hanya ancaman masuknya orang yang terduga terlibat jaringan teroris saja, tetapi orang-orang yang diindikasikan membawa atau mengusung paham radikalisme, agar segera dilaporkan ke Koramil atau Polsek, tetapi jangan sampai terjadi fitnah yang tidak beralasan. Pahami dulu latarbelakangnya, pahami dulu kehidupan sehari-harinya, pahami dulu apakah ia mempengaruhi warga sekitar atau tidak, pahami dulu gelagat yang tidak wajar, jangan asal-asalan menuduh seseorang. Paham Radikal tidak boleh menyebar disini, apalagi sampai berkembang luas, tetapi perlu diingat negara kita adalah negara hukum, jadi ikuti hukum yang berlaku, jangan bertindak diluar prosedur,” jelas Kapten Inf Tafsir.
Disamping itu, dalam rakor kali ini, juga dijelaskan tentang kewaspadaan peredaran dan penggunaan narkoba di kalangan pemuda, hal itu disampaikan langsung Rusdi danurianto ,sedangkan topik bahasan mengenai pembangunan di pedesaan, khususnya terkait hasil Musrenbang beberapa waktu lalu, disampaikan langsung Heru Setiawan. Di akhir rakor, K.H. Imam Sanusi memberikan tausiah yang erat kaitannya dengan pandangan tentang toleransi umat beragama dan bagaimana mewujudkan kerukunan antar umat beragama ditengah-tengah kehidupan yang beragam.