PATINEWS – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Suyono, mendorong Perhutani Pati untuk segera melakukan rehabilitasi kawasan hutan di Pegunungan Kendeng sebagai langkah nyata mengurangi risiko banjir bandang yang kerap melanda wilayah Kecamatan Kayen dan sekitarnya.
Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, kondisi hutan yang membutuhkan rehabilitasi harus segera menjadi perhatian agar fungsi kawasan sebagai daerah resapan air dapat kembali optimal.
“Terkait rehabilitasi hutan di Gunung Kendeng juga akan mengurangi dampak banjir yang ada di Kecamatan Kayen. Kami memohon kepada dinas terkait, termasuk Perhutani, agar lahan Perhutani yang membutuhkan rehabilitasi segera ditangani,” ujar Suyono.
Ia menilai banjir bandang yang berulang di wilayah lereng Pegunungan Kendeng sudah menjadi persoalan yang dirasakan masyarakat selama bertahun-tahun. Karena itu, diperlukan langkah jangka panjang, bukan hanya penanganan saat bencana terjadi.
Selain rehabilitasi hutan, Suyono juga mengusulkan perubahan pola tanam di lahan Perhutani. Menurutnya, lahan yang selama ini banyak ditanami jagung sebaiknya mulai diarahkan untuk ditanami pohon buah-buahan yang memiliki perakaran lebih kuat sehingga mampu membantu menjaga kelestarian tanah sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Ia menyebut beberapa jenis tanaman yang dinilai cocok dikembangkan di kawasan tersebut, antara lain alpukat, durian, matoa, mangga, kelengkeng, dan rambutan.
“Perhutani perlu memberikan sosialisasi kepada para penggarap agar lahan tidak hanya ditanami jagung, tetapi juga pohon buah-buahan yang cocok tumbuh di daerah itu dan memiliki manfaat ekonomi sekaligus menjaga lingkungan,” katanya.
Menurut Suyono, edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam keberhasilan rehabilitasi hutan. Selama ini, banyak petani yang lebih memilih tanaman musiman karena hasilnya lebih cepat diperoleh, sehingga diperlukan pendampingan agar masyarakat memahami manfaat jangka panjang dari penanaman pohon keras maupun tanaman buah.
“Selama ini masyarakat mungkin hanya berpikir menanam lalu memanen. Karena itu perlu sosialisasi yang intensif agar mereka memahami pentingnya menjaga kelestarian kawasan hutan,” tambahnya.
Ia berharap Perhutani bersama pemerintah daerah dapat menyusun program rehabilitasi yang berkelanjutan disertai pengawasan dan pendampingan kepada masyarakat. Dengan demikian, upaya pelestarian hutan tidak hanya mampu mengurangi potensi banjir bandang, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga melalui hasil tanaman produktif.
