
Patinews.com – Sosial, Sudah hampir dua bulan ini warga di kawasan Kabupaten Pati selatan mengalami krisis air bersih. Sumur warga mengering, hingga merekapun harus mengandalkan bantuan truk tangki baik itu dari pemerintah maupun dari swasta.
Meski dapat memesan air sendiri, namun menurut warga Sarimulyo Winong Pati, truk tangki biasanya sudah dipesan oleh perusahaan atau instansi yang ingin memberikan bantuan.
Hingga 18 Oktober 2019 ini, tercatat ada 130 Desa yang mengalami krisis air, tersebar di Kecamatan Jaken, Jakenan, Winong, Pucakwangi, Tambakromo dan Kayen.
Tahun 2040, Pulau Jawa Diprediksi Kehabisan Sumber Mata Air
Menilik data dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) pulau jawa akan kehabisan sumber mata air pada tahun 2040 mendatang.
Heru Santoso dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkapkan, faktor terbesar penyebab krisis air di Jawa adalah perubahan iklim.
“Ada perubahan siklus air yang membuat lebih banyak air yang menguap ke udara karena peningkatan temperatur akibat perubahan iklim,” jelas Heru.
Menurutnya, kondisi ini berpengaruh pada keseimbangan neraca air. Keseimbangan neraca air ini, lanjutnya, akhirnya berpengaruh pada ketersediaan air mengingat kebutuhan air semakin meningkat akibat pertumbuhan penduduk serta perubahan tata guna lahan (alih fungsi lahan).
“Air yang seharusnya diserap masuk ke tanah dan bertahan lama di darat menjadi air limpasan yang langsung masuk ke saluran air ke sungai dan laut karena tanah menjadi lapisan kedap air akibat perubahan fungsi lahan,” ujar Heru.
Apa yang harus dilakukan?
Heru menjelaskan, alih fungsi lahan dari area resapan menjadi pemukiman dan daerah industri mengancam sumber air di Jawa. “Jawa masih menjadi daerah industri andalan. Tahun 2040 diprediksi semua wilayah di Pantai Utara Jawa mulai dari Banten sampai Surabaya akan menjadi wilayah urban yang berpotensi mengalami defisit ketersediaan air,” tutur Heru.
Ia menekankan pentingnya membudayakan penghemataan air. “Ada daerah yang kekeringan, sementara ada juga daerah yang sampai kelebihan air. Neraca air ini harus diseimbangkan,” tadasnya.
Reboisasi Hutan Tanaman Non Produksi
Salah satu solusi jangka panjang untuk mengatasi dan mencegah bencana kekeringan terjadi, perlu upaya semua pihak untuk menggalakkan lagi reboisasi hutan (penanaman kembali).
Namun, yang perlu diingat adalah tanaman yang ditanam adalah tanaman atau pohon non produksi semacam pohon beringin atau semacamnya, agar tidak ditebang serampangan. (*).