fbpx

Tradisi Menjelang Lebaran

Tradisi Menjelang Lebaran

Teman-temanku semua, bagaimana kabarnya ? Semoga saat ini kalian berada dalam keadaan yang baik-baik saja. Sebentar lagi kita akan menjalani Hari Raya Idul Fitri, pastinya diantara kalian sudah ada yang mempersiapkan untuk menyambut lebaran Karna lebaran Sudan sang at delay.

Berbicara tentang lebaran, pastinya akan ada tradisi untuk menyambut hari lebaran . Banyak tradisi yang akan dilakukan oleh masyarakat ketika menjelang lebaran. Setiap daerah memiliki suatu tradisi untuk menyambut lebaran, ada yang tradisinya sama dan ada yang tradisinya berbeda. Tradisi ini sudah melekat di dalam kehidupan seluruh masyarakat Indonesia. Namun kalau boleh jujur akibat efek dari virus corona, ada kemungkinan tradisi yang dulunya selalu dilaksanakan, kemungkinan pada lebaran tahun ini tidak akan dilaksanakan.

Bulan Ramadhan adalah bulan suci dalam Islam dan memiliki banyak keistimewaan.
Selain itu, di bulan Ramadhan penuh pengampunan Allah SWT, juga pahala banyak dilipat gandakan. Salah satunya adalah pahala sedekah atau memberI bingkisan.

Sebenatar lagi umat Islam seluruh dunia merayakan hari raya Idul Fitri. Terkhusus di Indonesia, setiap daerah pasti mempunyai tradisi masing-masing yang dilakukan setiap Kluarga menjelang hari raya idul fitri. Seperti member bingkisan kepada saudara yang lebih tua..

Di daerah saya sendiri, ada satu tradisi unik yakni saling memberi bingkisan. Hal ini lazim dilakukan antar keluarga. Terlebih antara adik kepada kakak. Antara anak kepada orang tua, paman, ataupun pakde.

Biasanya isi dari setiap bingkisan tidak jauh berbeda. Gula, teh, roti, minyan goreng mi instan pasti wajib ada. Lebih-lebih kadang ada yang menambahkan kopi dan jajanan lebaran sebagai pelengkap, tapi itu jarang-jarang.

Orang tua saya sendiri, karena yang di tuakan dalam keluarga dan masyarakat juga mendapatkan cukup banyak bingkisan. Dan itu menjadi hal yang lumrah saya lihat setiap tahunnya.

untuk tahun ini Masyarakat Tidak Dianjurkan Untuk Mudik

Baca juga:   Tak Jadi di Ekspor, 10 Ribu APD Disalurkan ke 61 RS di Jateng

Mudik tidak bisa dilepaksan pada lebaran, orang-orang untuk merayakan lebaran memutuskan untuk pulang ke kampung halaman mereka. Mudik seakan-akan menjadi tradisi yang sangat menakjubkan, banyak orang yang memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya, bahkan biasanya jumlah orang yang mudik bisa sangat membludak.

Namun sungguh disayangkan teman-teman, pada ramadan tahun ini tidak ada kata mudik. Tidak ada namanya pulang kampung dan bersua dengan keluarga tercinta, kita diwajibkan untuk tetap berada di daerah tempat kerja dan tidak memaksakan untuk pulang ke kampung halaman. Saya bisa menerima alasan dari pemerintah melarang masyarakat Indonesia untuk mudik. Malah kalau boleh jujur saya mendukung alasan dari pemerintah, jujur kegiatan mudik memang dapat mengakibatkan penyebaran virus corona menjadi meningkat.

Jadi sudah saatnya penyebaran virus corona dihentikan saat ini juga dengan tidak adanya orang yang ngotot untuk melaksanakan mudik. Saya sarankan masyarakat untuk lebih menyayangi nyawa diri kalian sendiri dan keluarga. Mungkin kita bisa merayakan lebaran tahun depan secara utuh dengan keluarga ketika tidak memaksakan mudik pada tahun ini. Namun belum tentu kita bisa merayakan lebaran tahun depan secara utuh dengan keluarga jika pada tahun ini tetap memaksakan mudik. Kalian tahu sendiri teman-teman bahanya virus corona, jadi ayo kita berusaha bersama mencegah penyebaran dari virus corona.

Ziarah ke Makam Keluarga

Teman-teman semua, sebenarnya saya tidak tahu secara pastinya, apakah semua orang tidak bisa ziarah ke makam keluarga yang sudah meninggal pada ramadan tahun ini. Namun saya pribadi tidak bisa teman-teman untuk ziarah ke makam ayah. Lebaran tahun ini saya tidak bisa mudik ke Kota Madiun, hal tersebut juga berdampak pada saya tidak bisa ziarah ke makam ayah ketika menjelang lebaran. Makam ayah saya berada di Kota Madiun, sedangkan saya saat ini berada di Kabupaten Kediri.

(alfan ni’ami)

Tradisi Menjelang Lebaran | patinews.com | 4.5

Leave a Reply