Categories: Berita

Tindakan Represif Adalah Upaya Terakhir

Kapendam IV/Diponegoro Letkol Kav Susanto, S.I.P, M.A.P.,

Patinews.com – Semarang, Anggota TNI gabungan dari Kodim 0709/Kebumen dan Yonif 403/WP yang sedang mengamankan pekerjaan pemagaran aset TNI AD terpaksa bertindak represif terhadap aksi demo yang dilakukan ratusan warga yang menolak pemagaran Lapangan Tembak Dislitbangad. Rabu, 11 September 2019.

Hal tersebut dibenarkan Kapendam IV/Diponegoro Letkol Kav Susanto, S.I.P, M.A.P., melalui sambungan telepon.

Diterangkan Kapendam, kejadian itu bermula dari adanya pengerjaan proyek pemagaran tahap III areal Lapbak Dislitbangad yang berlokasi di Desa Brencong, Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen.

Pada saat yang sama datang masyarakat yang mengaku memiliki tanah tersebut, namun tidak mempunyai surat kepemilikan yang sah.

Kegiatan pemagaran yang dilakukan Kodam IV/Diponegoro adalah untuk mengamankan aset negara. Selain itu, juga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, karena area tersebut merupakan daerah latihan atau tepatnya lapangan tembak.

Namun demikian masyarakat tetap diperbolehkan untuk menggarap lahan tersebut dengan catatan tidak boleh mengklaim bahwa tanah tersebut merupakan tanah miliknya sampai dengan ada keputusan lebih lanjut, imbuhnya.

“Perlu diketahui, berdasarkan Surat DJKN Kanwil Prov. Jateng Nomor S-825/KN/2011 tanggal 29 April 2011 tentang Penjelasan bahwa tanah kawasan latihan TNI seluas 1.150 HA diperoleh dari peninggalan KNIL tahun 1949. Saat ini tanah tersebut sudah masuk daftar Barang Milik Negara dengan Nomor Registrasi 30709034, jadi bukan milik warga,” terangnya.

“Adanya pengusiran warga yang dilakukan oleh aparat dengan tindakan keras di lapangan karena masyarakat tidak mau meninggalkan area tersebut dengan cara baik-baik (persuasif). Masyarakat sudah tidak bisa dikendalikan dan cenderung berbuat anarkis, maka terjadilah tindakan represif agar warga dapt meinggalkan lokasi,” imbuhnya.

“Apa yang dilakukan TNI semata-mata melaksanakan perintah yang tertuang dalam PP No 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara. Jadi apa yang dilakukan TNI adalah kontitusional,” tegasnya.

Kapendam juga menegaskan, bahwa tindakan yang dilakukan Kodam IV/Diponegoro tetap mengedepankan tindakan persuasif dengan memaksimalkan mediasi dan mengajak masyarakat untuk duduk bersama menyelesaikan masalah tersebut.

“Saat ini pekerjaan pemagaran untuk sementara dihentikan, tetapi kami minta masyarakat juga menghentikan aktivitasnya di sekitar area Lapbak. Apabila masyarakat merasa memiliki kepemilikan lahan secara sah, silahkan menuntut jalur hukum di pengadilan,” pinta Kapendam.

Mengenai adanya korban yang terjadi baik di pihak aparat maupun masyarakat, “sampai saat ini masih di crosscheck oleh petugas kami di lapangan,” tandasnya. (pn/ dok Pendam)

patinews.com @patinewscom

redaksi@patinews.com

Share
Published by
patinews.com @patinewscom

Recent Posts

Longsor, Jalan Tembus Kayen – Tambakromo ini Hampir Putus

Longsor, Jalan Tembus Kayen - Tambakromo ini Hampir Putus PatiNews.Com - Kayen, Jalan penghubung yang Desa Purwokerto Kecamatan Kayen dengan…

1 jam ago

FWP (Forum Wartawan Pati), Wujudkan Gerakan Sosial Kemasyarakatan

Patinews.com - Kota, Forum Wartawan Pati (FWP) sebagai wadah sebuah organisasi yang mempunyai anggota sejumlah jurnalis dari berbagai media baik…

9 jam ago

Kemajuan Pantura Timur, Safin Sebut Persatuan 6 Kabupaten ini Jadi Modal Utama

Patinews.com - Kota, Pati Raya yang merupakan persatuan enam Kabupaten yaitu Pati, Kudus, Jepara, Rembang, Blora, dan Grobogan diyakini akan menjadi…

10 jam ago

Hujan Deras Beberapa Saat, Permukiman Warga Rendole Terdampak Banjir

Patinews.com, Pati - Hujan deras yang terjadi siang tadi di wilayah Pati berakibat meluapnya air sungai sehingga menggenangi permukman dan…

12 jam ago

Siap Jadi Tuan Rumah Porprov 2020, Enam Kepala Daerah Pati Raya Tunggu Keputusan Gubernur

Siap Jadi Tuan Rumah Porprov 2020, Enam Kepala Daerah Pati Raya Tunggu Keputusan Gubernur PatiNews.Com - Kota, Enam kepala daerah…

12 jam ago

Polisi Pati Grebek Prostitusi Berkedok Pijat Tradisional, Mami dan Tiga Anaknya Diringkus

Polisi Pati Grebek Prostitusi Berkedok Pijat Tradisional, Mami dan Tiga Anaknya Diringkus Sat Reskrim Polres Pati Melaksanakan Ungkap Kasus Prostitusi…

17 jam ago