Sudah Lapor SPT Tahunan Hari Ini? E-filling dan E-form Solusinya

Sudah Lapor SPT Tahunan Hari Ini? E-filling dan E-form Solusinya

Oleh Selestina Aurilla Putri Hapsari

Apakah kamu sudah memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) sobat wajib pajak ? Apabila sudah punya NPWP, setiap tahunnya wajib pajak memiliki tanggung jawab melaporkan SPT Tahunannya berdasarkan sistem “self-assesment”.

Apa maksud sistem “self assesment”? Artinya terkait menghitung, memperhitungkan, membayarkan pajak terutang, dan melaporkan menjadi tanggung jawab penuh wajib pajak. Untuk batas waktu penyampaian laporan SPT Tahunan yaitu 31 Maret bagi wajib pajak orang pribadi dan 30 April bagi wajib pajak badan. Hal ini telah diatur dalam Undang-Undang Pasal 3 ayat 3 Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Oleh karena itu, mengapa kita perlu cepat-cepat lapor SPT? Kan batas waktunya masih lama ?

Lebih Dahulu Lebih Ayem ( Lega )

Pelaporan SPT Tahunan lebih awal memang tidak memberikan jaminan berupa penghargaan atau pun hadiah. Tetapi, pelaporan SPT Tahunan yang diselesaikan lebih awal jauh lebih baik. Hal ini akan mengurangi beban tanggung jawab wajib pajak sekaligus memberi kepuasan dan kelegaan tersendiri serta meningkatkan kesadaran Wajib Pajak untuk melaporkan SPT Tahunannya. Tidak ada salahnya untuk melaporkan SPT Tahunan dengan tidak menunda-nunda waktu. Karena sekarang pelaporan SPT Tahunan sangat mudah dan praktik untuk disampaikan.

Menghindari Antrean yang Menumpuk
Seringkali dengan sikap kita untuk menunda-nunda pelaporan SPT memberikan efek yang tidak baik. Kebanyakan wajib pajak memilih melaporkan SPT Tahunannya di akhir-akhir batas pelaporan.

Hal ini tentu saja menimbulkan dampak antrean panjang. Antrean panjang ini disebabkan banyak wajib pajak dengan sengaja menunda pelaporan SPT Tahunannya sampai mendekati batas waktu pelaporan SPT Tahunan. Antrean panjang pasti tidak nyaman kan sobat wajib pajak ? Apalagi dengan aktivitas keseharian yang padat pasti akan sangat mengganggu. Oleh karena itu, jangan menunda melaporkan SPT Tahunan.

Denda atas Keterlambatan Pelaporan SPT
Sesuai dengan ketentuan umum dan tata cara perpajakan, keterlambatan pelaporan untuk Surat Pemberitahuan Masa PPN dikenakan denda sebesar Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

Untuk keterlambatan pelaporan Surat Pemberitahuan Masa lainnya dikenakan denda sebesar Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah). Untuk keterlambatan pelaporan SPT Tahunan PPh WP Orang Pribadi akan dikenakan denda sebesar Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah) dan keterlambatan pelaporan SPT Tahunan PPh WP Badan dikenakan denda sebesar Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah).

Formulir SPT Tahunan

SPT Tahunan Badan hanya menggunakan satu jenis formulir yaitu SPT Tahunan 1771, SPT Tahunan Orang Pribadi terbagi ke dalam tiga jenis formulir. Formulir tersebut adalah SPT Tahunan 1770, SPT 1770 S, dan SPT 1770 SS. Perbedaan dari ketiga jenis formulir tersebut adalah Formulir 1770 digunakan oleh Wajib Pajak berstatus pegawai yang tidak memiliki ikatan kerja tertentu.

Untuk Formulir 1770 SS ditujukan terhadap pegawai/karyawan dengan penghasilan kurang dari atau sama dengan Rp60.000.000 per tahun. Sedangkan mereka yang berstatus pegawai dengan penghasilan lebih dari Rp60.000.000 per tahun diwajibkan melaporkan SPT Tahunan-nya dengan formulir 1770 S.

Sekarang kita dapat melaporkan SPT Tahunan tidak harus datang ke KPP. Ada fitur khusus yang dapat digunakan yakni E-Filling dan E-Form. Fitur berbasis online ini bisa dipergunakan kapan saja dan di mana saja dengan smartphone ataupun laptop yang terhubung dengan internet. Tertarik menggunakannya ? Berikut cara-cara melakukannya.

Aplikasi E-filling/ e-form ini bisa diakses pada halaman eform.pajak.go.id. login ke DJP online dengan memasukan NPWP dan password DJP online kemudian isi kode unik yang muncul. Apabila teman-teman lupa pasword bisa klik lupa password, selanjutnya mengisikan alamat email yang akan digunakan untuk mengubah password yang bisa diubah melalui email. Setelah itu langsung kembali login dengan NPWP dan password DJP online yang baru tersebut. Setelah berhasil login ke akun teman-teman, bisa melaporkan SPT dengan fitur e-form atau e-filling.

E-filling bisa digunakan untuk melaporkan SPT PPH Tahunan 1770 S, 1770 SS. Untuk e-filling pengisiannya sangat mudah dan sederhana secara online. Sedangkan untuk 1770 dan 1771 bisa melalui fitur e-form. Berikut langkah-langkah melaporkan SPT Tahunan dengan e-form.

Setelah dapat login, wajib pajak akan masuk di dashboard e-form. Klik “Download Viewer” untuk mengunduh aplikasi installer aplikasi “Viewer”. Download Aplikasi “IBM Form Viewer” yang bisa digunakan untuk Windows 7 Pro or later dengan Disk Space: 500 MB, Memory: 2 GB RAM, dan Processor: 3.0 GHz Dual-core Processor. Setelah terunduh, isikan SPT dengan klik menu buat SPT yang ada pada bagian atas halaman eform.pajak.go.id. Ikuti panduan pertanyaan untuk memilih jenis formulir SPT yang akan diunduh. Isi tahun pajak dan status SPT yang akan dibuat. Klik kirim permintaan, maka dokumen e-form akan ter-download secara otomatis dan token masuk ke email. Pilih dokumen e-form yang sudah di-download sebelumnya.

Formulir yang dibutuhkan untuk SPT 1770S yaitu induk meliputi identitas WP, perhitungan PPH nihil/kurang bayar/lebih bayar, daftar lampiran. Pernyataan Lampiran I (1770S-I) terdiri dari penghasilan neto dalam negeri lainnya, penghasilan yang tidak termasuk objek pajak, kredit pajak. Lampiran II (1770S-II) terdiri dari penghasilan yang dikenakan PPh final, harta pada akhir tahun, kewajiban/utang pada akhir tahun , dan daftar susunan anggota keluarga Formulir yang dibutuhkan.
Untuk SPT 1770 yaitu induk meliputi identitas WP, perhitungan pph nihil/kurang bayar/lebih bayar, daftar lampiran, pernyataan. Lampiran I (1770-I) terdiri atas perhitungan penghasilan neto dalam negeri. Lampiran II (1770-II) meliputi kredit pajak. Lampiran III (1770 III) terdiri dari penghasilan yang dikenakan PPh final, penghasilan yang tidak termasuk objek pajak, penghasilan suami/istri yang dikenakan pajak secara terpisah.

Lampiran IV (1770-IV) terdiri atas harta pada akhir tahun, kewajiban/utang pada akhir tahun, daftar susunan anggota keluarga. E-form ini bisa diisi tanpa jaringan internet. Baris/data berwarna merah wajib diisi. Jika sudah selesai mengisi dan sampai tahap akhir. Selanjutnya kirim SPT dengan mengunggah lampiran sesuai dengan jenis SPT dengan format PDF ukuran maksimal 40 MB contohnya contohnya “Lampiran Daftar Jumlah Peredaran Bruto dan Pembayaran PPH Final Berdasarakan PP 46 Tahun 2013 atau PP 23 Tahun 2018 per Masa Pajak serta Dari Masing-Masing Tempat Usaha.”

Kemudian masukkan kode verifikasi (isi dengan token yang dikirim ke email). Sebelum menekan tombol submit, pastikan PC atau laptop terhubung dengan jaringan internet. Setelah berhasil ter-submit, tanda terima telah melaporkan SPT pajak akan dikirimkan ke email.

Dari penjelasan di atas, cukup mudah bukan? Oleh karena itu segera laporkan SPT Tahunan teman-teman dengan e-filling dan e-form. Kelebihannya mudah, cepat dan gratis. Dengan melaporkan SPT Tahunan artinya teman-teman sudah memenuhi kewajiban perpajakan dan sadar pajak. Akhirnya dengan kesadaran kita terhadap pajak akan mampu menjadikan negara kita makmur dan sejahtera.

(Penulis merupakan salah satu mahasiswa PKN STAN).

patinews.com

redaksi@patinews.com

Share
Published by
patinews.com

Recent Posts

Catat, Listrik Gratis & Diskon 50% Hanya Untuk Warga Kurang Mampu (R1)

Catat, Listrik Gratis & Diskon 50% Hanya Untuk Warga Kurang Mampu (R1) Untuk membantu warga…

2 jam ago

Bahas RKPD, Pemkab Pati Gelar Musrenbang Online

Bahas RKPD, Pemkab Pati Gelar Musrenbang Online PatiNews.Com - Kota, Bertempat di ruang Command Center…

8 jam ago

Satu PDP di Pati Positif Covid-19, Dirawat di RSUD Moewardi Solo

Satu PDP di Pati Positif Covid-19, Dirawat di RSUD Moewardi Solo PatiNews.Com - Kota, Bupati…

9 jam ago

Jadi Lebih Pendek, Satlantas Polres Pati Ubah Jam Pelayanan SIM

Jadi Lebih Pendek, Satlantas Polres Pati Ubah Jam Pelayanan SIM PatiNews.Com - Kota, Sebagai salah…

14 jam ago

Ada Wabah, KUA di Pati Terapkan Protokol Menikah

Patinews.com – Kota, Ditengah pandemi, Kemenag berlakukan WFH (Work From Home). Namun, layanan publik non…

1 hari ago

Lindungi Petugas Medis, Ganjar Borong 10 Ribu APD

Patinews.com - Jateng, Demi keselamatan petugas medis, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memborong 10 ribu coverall atau…

1 hari ago