Categories: Jawa Tengah

Sekolah Petani dan Program Pendidikan Berbasis Kompetensi

Banyumas, Perjalanan dari Purworejo tibalah di Kabupaten Banyumas. Banyak hal yang bisa diperoleh dari pertemuan Ketua DPW Petani Jateng Dumadi Tri Restiyanto dengan Ketua DPC Petani Purworejo Sidang Fauzi dan Wakil Ketua DPC Petani Purworejo Musta’in dimana Musta’in di Rumah Sederhananya di Desa Sucen, Kecamatan Bayan Purworejo.

Musta’in tidak pernah mengeluh soal kelangkaan pupuk dan kartu Tani. Musta’in secara domestik membuat Pupuk Organik dengan menggunakan pupuk Kandang dicampur tetes tebu dan garam krokos dengan konsumsi tertentu dan dia gunakan untuk kepentingan pribadi dan warga setempat.

Tak kalah menarik dia juga membudidayakan tanaman Panitia di lahan kecil samping rumahnya. Dengan rendah hati dia mengatakan hanya untuk belajar saja. Luar biasa dia hanya berpikir belajar sepanjang hidupnya.

Perjalanan dilanjutkan dengan bertemu para petani Kabupaten Banyumas Eko yang berdomisili di Jatibarang yang mampu membudidayakan stek durian dari beberapa varietas, dan yang lebih mengasyikkan bertemu dengan Patria Rahmadi yang membudidayakan Sidat dengan hasil pilet sidat 2 kwintal per bulan, juga disambut dengan Gus Misbah seorang yang bergelut dengan Petani dan budaya Petani Banyumas yang berbasis kearifan Lokal.

Sehingga mampu menyatukan kaum Nasionalis Kebangsaan dan Spiritual di Kabupaten Banyumas sehingga terbentuk Pengurus Inti DPC Petani Banyumas dengan komposisi Inti Ketua Bambang, Sekretaris Misbah dan Bendahara Eko. Dan Patria bersedia untuk duduk sebagai wakil. Keempat Formatur ini siap untuk menyusun secara musyawarah kelengkapan pengurus Inti.

Dalam beberapa diskusi segar dibahas pula tentang Peranan Pancasila dan UUD 1945 di dalam kehidupan berbangsa dan Bernegara.
Perlu pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan kedepan bangsa Indonesia. Banyak hal yang menjadi catatan kearifan lokal dimana kedelai Amerika tidak bisa dibuat menjadi tempe.

Penyusunan organisasi petani yang berbasis pada kearifan lokal dan kemampuan kreativitas petani di dalam perkembangan jaman perlu ditingkatkan. Pengelolaan lahan pertanian yang efektif dan efisien perlu dilakukan. Ketergantungan pada pupuk kimia menjadikan seperti candu dan momok seakan-akan tanpa pupuk kimia tidak akan panen. Petani harus berani melawat ketakutan dan ancaman kegagalan. Peluang bisnis pertanian makin besar.

Petani tak kalah penting dengan peran seni budaya. Dialog dengan seniman teater Banyumas cukup menggelitik,dengan suguhan guyonan mingguan Gus Misbah dan kawan-kawan cukup memukau. Paling tidak dengan bertemakan peran punakawan akan mampu menjadi tonggak pertahanan budaya lokal menuju budaya yang Berkepribadian Indonesia. Paling tidak kasanah membumikan Pancasila menuju masyarakat Gotong Royong akan semakin tepat sasaran dengan menggunakan media seni dan Budaya

Dibuat oleh Biro Propaganda DPW Petani Jateng

patinews.com

redaksi@patinews.com

Share
Published by
patinews.com
Tags: Banyumas

Recent Posts

6 Cara Memutihkan Gigi Secara Alami

Memiliki gigi yang putih tentunya bisa membuat seseorang menjadi lebih percaya diri. Karena dengan memiliki…

2 jam ago

Percepat Layanan, Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu Bakal Terima DAK

Patinews.com - Ekonomi, Bersama Wakil Bupati Pati Saiful Arifin dan Sekda Suharyono, Kepala Dinas Penanaman…

5 jam ago

Gubernur Jateng Dukung Penuh Event “Le Velo de Pati”

Patinews.com - Jateng, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut panitia Le Velo de Pati (LVdP)di…

5 jam ago

Tebing di Gunungsari Tlogowungu, Longsor Sepanjang 10 Meter

Dokumentasi: Polsek Tlogowungu Patinews.com - Tlogowungu, Tebing jalan cor yang terletak di Desa Gunungsari Kecamatan…

5 jam ago

Resmi, Pasar Tayu Kini Bersertifikat SNI

Patinews.com - Jateng, Pasar Tayu kini telah resmi bersertifikat SNI (Standart Nasional Indonesia). Sertifikat tersebut…

6 jam ago

Atasi Luapan Air di Jalur Pati – Juwana, Kali Simo Segera Dinormalisasi

Patinews.com - Kota, Luapan ari dari aliran kali Simo yang melanda Jalan Pati- Jwuana terjadi…

8 jam ago