Sambut Hari Kemerdekaan dengan Bersyukur

Sambut Hari Kemerdekaan dengan Bersyukur

Penulis : Imam Muhlis Ali

Tanggal 17 Agustus sebentar lagi akan tiba, bahkan. Di lembaga-lembaga, instansi, perkantoran dan perusahaan sudah terlihat menyambut hari kemerdekaan negara kita. Di sekolah sudah mulai terdengar suara riuh anak-anak latihan pementasan.Ini semua untuk merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemilihan anggota Paskibraka pun sudah dimulai, latihan pun sudah berlangsung matang. Bendera merah-putih juga sudah ramai dijual di pasar, umbul-umbul dan berbagai macam atribut penyambutan Hari Kemerdekaan Indonesia sudah siap dipamerkan.

Ulang tahun kemerdekaan Indonesia sudah di depan mata. Walaupun hanya melihat upacara di televisi atau di lapangan, kita merasakan ada ‘sesuatu’ perasaan yang beda. Bagi yang peka dan sedikit ‘membayangkan’ jerih payahnya para pahlawan dalam.merebut sampai mempertahankan kemerdekaan, tentunya banyak hal yang bisa dipetik hikmah besarnya. Namun bagi kita yang kurang peka apalagi sering mengeluh dengan keadaan kita, kurang bersyukur apalagi hobbi menyalah-nyalahkan yang lainnya termasuk pemerintah, pastinya kita tidak mendapat pelajaran apalagi hikmah sebuah perjuangan bangsa.

Kita kurang peka terhadap sejarah perjuangan para pahlawan

Sebenarnya kita belajar sejarah tidak hanya dibangku sekolah. Namun kita harus belajar sejarag kapanpun, dimanapun. Kita seyogyanya tidak mengeluh apalagi kurang bersyukur, Mengapa sampai di hari.ulang tahun kemerdekaan Negara kita yang ke – 74 tahun ini diatara kita masih ‘ada yang malas’ ikut upacara, tidak semangat ‘membaca’ sejarah, tidak peduli dengan jerih payah perjuangan para pahlawan, tokoh pergerakan kemerdekaan, kurang peka terhadap peran dan perjuangan para kyai di kampung-kampung saat mempertahankan kemerdekaan ?.

Kita sering mengeluh dan kurang bersyukur. Padahal kita lahir dalam udara kemerdekaan, besar dan hidup mengenyam pendidikan. Hampir seluruh warga negara Indonesia sekarang ini sudah bisa bersekolah, menggunakan pakaian yang layak pakai dan mengonsumsi makanan yang layak dimakan. Bahkan, sebagian dari kita juga sudah menggunakan segala sesuatu yang canggih, mulai dari listrik, televisi, handphone dan fasilitas internet dan masih banyak lagi.

Tinggal sikap kita apakah masih kurang bersyukur dan malas ikut upacara ?. Apakah kita masih ada rasa ‘malas’ mengibarkan bendera merah putih didepan rumah kita?, apakah kita masih ‘malas’ mempelajari sejarah?.

(*).

patinews.com

redaksi@patinews.com

Share
Published by
patinews.com

Recent Posts

LKP Nissan Fortuna Pati, Gelar Promo Terbatas Stir Mobil Gratis Plus Mekanik Motor di Bulan Kemerdekaan

  PATI, PATINEWS.COM Memperingati bulan kemerdekaan, Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Nissan Fortuna Pati menggelar…

13 Agustus 2020

Terima Audiensi Warga Desa Semampir, Pimpinan DPRD Pati Sarankan Tempuh Jalur Hukum

PATI, PATINEWS.COM DPRD Kabupaten Pati kembali didatangi oleh Masyarakat Desa Semampir yang ingin menyampaikan aduannya…

13 Agustus 2020

Cegah covid 19: Lindungi diri anda

PATINEWS.COM Ditahun 2020 terdapat  virus yang dirasa mematikan yakni virus corona. Seiring dengan berjalannya waktu…

13 Agustus 2020

Langkah Kecil Merubah Negeri, Mahasiswa UMM Bagikan 100 Paket PMT di Posyandu Desa Klumutan Madiun

Oleh: Leidyana Widiyakusua 4 Agustus 2020 Rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Kelompok 66 PMM Bhaktimu…

13 Agustus 2020

Mahasiswa KKN UNDIP di Prawoto Sukolilo, Manfaatkan SDA Untuk Pembuatan Handsanitizer Alami

SUKOLILO, PATINEWS.COM (13/08/2020) Tangan adalah bagian tubuh yang sangat rentan menjadi tempat bersarangnya virus dan…

13 Agustus 2020

Inilah Pemilik Kuliner “Sego Kenthung” di Margoyoso Pati

Inilah Pemilik Kuliner "Sego Kenthung" di Margoyoso Pati MARGOYOSO, PATINEWS.COM Di Kabupaten Pati tentunya kita…

13 Agustus 2020